LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada sebuah forum investor di Arab Saudi mengeluarkan komentar yang menyinggung Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) dengan sebutan “penjilat”. Pernyataan tersebut terdengar tegas dan menimbulkan sorotan media internasional.
Acara yang berlangsung di kota Miami ini mempertemukan para pengusaha dan investor dari Arab Saudi dengan pemimpin bisnis global. Dalam sesi tanya‑jawab, seorang peserta menanyakan pandangan Trump tentang kebijakan ekonomi dan reformasi yang dipimpin oleh MBS. Trump menjawab dengan nada sinis, menuduh sang pangeran “selalu mengibaskan lidahnya untuk menyenangkan pihak lain”.
Reaksi langsung datang dari delegasi Saudi yang menilai komentar tersebut tidak pantas dan mengganggu hubungan bilateral. Pihak Istana Kerajaan menegaskan komitmen mereka terhadap kerja sama dengan Amerika Serikat, sekaligus menolak segala bentuk penghinaan pribadi.
Sementara itu, analis politik menilai bahwa pernyataan Trump mencerminkan ketegangan yang telah lama ada antara kedua negara, khususnya terkait isu hak asasi manusia, konflik di Yaman, dan kebijakan energi. Meskipun demikian, kedua pihak tetap berupaya menjaga hubungan strategis, mengingat peran Saudi sebagai pemasok minyak utama dan mitra keamanan regional.
Berikut rangkuman utama dari peristiwa tersebut:
- Trump menyebut MBS “penjilat” di depan forum investor Saudi.
- Komunitas bisnis menanggapi dengan keheranan, mengingat sensitivitas politik.
- Istana Saudi menolak komentar tersebut dan menegaskan kembali komitmen kerjasama.
- Analis memperkirakan dampak jangka pendek pada hubungan diplomatik tidak signifikan, namun menambah tekanan pada agenda hak asasi manusia.
Secara keseluruhan, insiden ini menambah catatan kontroversial dalam hubungan Amerika‑Saudi, sekaligus menegaskan kembali pentingnya diplomasi yang berhati‑hati dalam forum‑forum publik internasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet