Lebaran Topat, detak budaya Mataram
Lebaran Topat, detak budaya Mataram

Lebaran Topat, detak budaya Mataram

LintasWarganet.com – 28 Maret 2026 | Pagi di Kota Mataram selalu memiliki cara khas dalam menyambut hari kedelapan bulan Syawal, yang dikenal dengan Lebaran Topat. Masyarakat bangun lebih awal, mengisi udara dengan doa, meski takbir tidak lagi menggema seperti sebelumnya.

Topat adalah kue tradisional berbahan dasar beras ketan, dibentuk menyerupai bulan sabit dan dikukus dalam bambu. Kue ini melambangkan rasa syukur atas berkat Ramadan serta harapan akan kemakmuran di tahun yang baru.

Acara Lebakan Topat tahun ini diselenggarakan oleh Balai Kesenian Mataram bersama sejumlah organisasi keagamaan dan LSM lokal. Lokasinya berada di Lapangan Siti Walidah, dengan perkiraan lebih dari tiga ribu warga yang turut berpartisipasi.

  • 08:00 – Pengarahan singkat oleh ketua panitia
  • 08:30 – Prosesi pengukusan topat di atas bambu
  • 09:15 – Pembagian topat kepada warga
  • 10:00 – Sholat Idul Fitri berjamaah
  • 10:30 – Ramah tamah dan pertunjukan musik tradisional

Berikut jadwal singkat Lebaran Topat:

Waktu Kegiatan
08:00 Pengarahan panitia
08:30 Pengukusan topat
09:15 Pembagian topat
10:00 Sholat Idul Fitri
10:30 Musik tradisional & ramah tamah

Lebaran Topat tidak hanya menjadi ajang kuliner, melainkan juga sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga, terutama generasi muda yang diajak mengenal warisan budaya lokal. Diharapkan tradisi ini dapat terus lestari dan menjadi identitas kuat bagi Mataram dalam merayakan hari suci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *