LintasWarganet.com – 27 Juni 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan ancaman serius pada Jumat, 26 Juni, untuk memberlakukan tarif sebesar 100 persen terhadap barang-barang yang diekspor ke negara‑negara yang memberlakukan pajak atas layanan digital. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, menyoroti ketegangan yang semakin memuncak dalam negosiasi perdagangan internasional terkait kebijakan pajak digital.
Trump menegaskan bahwa kebijakan pajak digital yang diterapkan oleh Uni Eropa, Kanada, dan sejumlah negara lain dianggap sebagai tindakan proteksionis yang merugikan perusahaan Amerika. Ia menambahkan bahwa jika negara‑negara tersebut tidak mencabut kebijakan tersebut, Amerika Serikat siap menanggapi dengan tarif yang “paling tinggi” untuk melindungi kepentingan ekonomi domestik.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan oleh pihak Gedung Putih:
- Tarif 100 persen akan dikenakan pada semua barang ekspor ke negara yang memberlakukan pajak digital.
- Kebijakan ini dimaksudkan sebagai langkah balasan untuk menegakkan kesetaraan dalam perdagangan.
- Jika negara‑negara target menolak mengubah kebijakan pajak digital, tarif tersebut dapat diberlakukan dalam jangka waktu tiga bulan.
Pemerintah Amerika Serikat juga menyinggung kemungkinan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk kenaikan harga bagi konsumen dan gangguan rantai pasokan global. Sementara itu, negara‑negara yang menjadi sasaran ancaman tarif menyatakan keprihatinan dan menolak tindakan sepihak tersebut, menekankan pentingnya dialog multilateral dalam menyelesaikan isu pajak digital.
Para ahli memperingatkan bahwa eskalasi tarif sebesar itu dapat memicu perang dagang baru, mengganggu pertumbuhan ekonomi global, dan menambah beban pada perusahaan serta konsumen di kedua belah pihak. Mereka menyerukan dialog konstruktif dan penyelesaian melalui forum internasional seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menghindari konsekuensi ekonomi yang lebih luas.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet