Kemensos Gandeng TNI Bentuk Karakter Siswa Sekolah Rakyat, Libatkan 1.000 Taruna Akmil
Kemensos Gandeng TNI Bentuk Karakter Siswa Sekolah Rakyat, Libatkan 1.000 Taruna Akmil

Kemensos Gandeng TNI Bentuk Karakter Siswa Sekolah Rakyat, Libatkan 1.000 Taruna Akmil

LintasWarganet.com – 26 Juni 2026 | Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) meluncurkan program kolaboratif untuk memperkuat pembentukan karakter siswa di Sekolah Rakyat. Program ini melibatkan seribu taruna Akademi Militer (Akmil) yang akan berperan aktif dalam kegiatan pembinaan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan patriotisme.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan non-formal, khususnya di daerah-daerah yang belum memiliki akses penuh ke fasilitas sekolah formal. Sekolah Rakyat, yang dikelola oleh Kemensos, menyediakan pendidikan dasar dengan biaya minimal, sehingga dapat menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Berikut adalah beberapa komponen utama program tersebut:

  • Pembinaan Kedisiplinan: Taruna Akmil mengajarkan tata tertib harian, mulai dari kebiasaan datang tepat waktu hingga menjaga kebersihan lingkungan belajar.
  • Latihan Kepemimpinan: Sesi simulasi kepemimpinan diberikan secara berkelompok, sehingga siswa belajar mengelola tim, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas hasilnya.
  • Pengenalan Nilai Nasionalisme: Melalui cerita sejarah, upacara bendera, dan kunjungan ke situs-situs bersejarah, siswa dikenalkan pada semangat kebangsaan.
  • Kegiatan Fisik dan Kebugaran: Taruna memfasilitasi olahraga ringan serta latihan kebugaran yang menumbuhkan kebiasaan hidup sehat.

Program ini direncanakan berlangsung selama enam bulan, dengan jadwal kunjungan rutin taruna ke masing-masing Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Setiap kelompok taruna akan menangani sekitar sepuluh kelas, memastikan interaksi yang intensif dan personal.

Evaluasi akhir program akan mencakup pengukuran perubahan perilaku siswa, tingkat kehadiran, serta umpan balik dari guru dan orang tua. Hasil evaluasi akan menjadi dasar perbaikan dan kemungkinan perluasan program ke wilayah lain.