Kaoru Mitoma: Dari Jersey Nomor 7 Jadi Ikon Samurai Biru di Piala Dunia 2026
Kaoru Mitoma: Dari Jersey Nomor 7 Jadi Ikon Samurai Biru di Piala Dunia 2026

Kaoru Mitoma: Dari Jersey Nomor 7 Jadi Ikon Samurai Biru di Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Kaoru Mitoma, sayap berkecepatan tinggi yang kini bermain untuk Brighton & Hove Albion, kembali menjadi sorotan utama publik sepak bola Indonesia menjelang Piala Dunia 2026. Meskipun harus absen karena cedera pada turnamen, peran Mitomo dalam tim nasional Jepang, Samurai Biru, tetap terasa kuat melalui pengaruhnya terhadap rekan-rekan satu skuad, termasuk gelandang Ao Tanaka yang secara terbuka menyatakan kekagumannya pada nomor punggung 7 yang pernah dipakai sang bintang.

Pengaruh di Luar Lapangan

Dalam sebuah wawancara yang dilansir dari Gekisaka, Ao Tanaka mengaku sering berkomunikasi dengan Mitoma selama persiapan Piala Dunia. Tanaka, yang kini memperkuat Leeds United, menjelaskan bahwa percakapan mereka meliputi analisis taktik lawan, persiapan mental, dan bahkan pembahasan nomor punggung yang menjadi simbol kebersamaan. “Saya tertarik dengan nomor 7 karena mengagumi Mitoma,” ujar Tanaka, menambahkan bahwa ia memilih nomor tersebut sebagai bentuk penghormatan.

Keberanian dan etos kerja Mitoma juga menjadi contoh bagi pemain lain. Tanaka menyebut Mitoma sebagai “panutan” yang mampu memotivasi tim meski dirinya sendiri tidak dapat tampil di turnamen karena cedera otot yang terjadi sesaat sebelum fase grup dimulai.

Situasi Jepang di Grup F

Jepang memasuki fase grup dengan empat poin dari dua laga, hasil imbang 2-2 melawan Belanda dan kemenangan telak 4-0 atas Tunisia. Namun, skuad Hajime Moriyasu harus menghadapi serangkaian absensi penting, termasuk Mitoma, bek Wataru Endo, serta penyerang Takumi Minamino dan Takefusa Kubo.

Meski demikian, Moriyasu menegaskan bahwa tim tetap mengutamakan kemenangan dan berambisi menjuarai grup. “Kami ingin menang dan lolos sebagai juara grup,” tegasnya dalam konferensi pers sebelum pertandingan melawan Swedia. Kehilangan Mitoma memang terasa, namun pelatih menilai kolektivitas tim dapat menutupi kekosongan tersebut.

Komentar Pelatih Lawan: Graham Potter

Menariknya, pelatih Swedia, Graham Potter, yang sebelumnya melatih Mitoma di Brighton, memberikan pujian tinggi kepada pemain Jepang itu. Potter menyatakan, “Kualitas Kaoru sangat tinggi, dan kehadirannya sangat dirindukan oleh Jepang. Namun, mereka telah menemukan solusi yang impresif tanpa dia.” Pernyataan ini menegaskan betapa tinggi penghargaan internasional terhadap kemampuan Mitoma, sekaligus menyoroti kemampuan tim Jepang untuk beradaptasi.

Perjalanan Karier Mitoma

Mitoma memulai kariernya di Universitas Ryutsu Keizai sebelum menembus level profesional bersama Kawasaki Frontale. Keputusan pindah ke Premier League pada 2023 menjadi titik balik, di mana ia memperlihatkan kecepatan, dribbling, dan insting menyerang yang cocok dengan gaya permainan cepat Brighton. Performa konsisten di liga Inggris menjadikannya pilihan utama dalam skuad Jepang, meski cedera kini menahan langkahnya.

Strategi Jepang Tanpa Mitoma

  • Rotasi pemain: Moriyasu mengandalkan fleksibilitas pemain tengah dan sayap lain untuk menggantikan peran Mitoma.
  • Transisi cepat: Tim tetap menekankan serangan balik cepat, sebuah ciri khas yang biasanya dioptimalkan oleh Mitoma.
  • Kekuatan kolektif: Fokus pada pertahanan terorganisir dan kerja sama tim menjadi kunci mengatasi absensi pemain kunci.

Dengan empat poin, Jepang berada di posisi yang aman untuk melaju ke 32 besar, meski harus bersaing dengan Belanda yang memimpin grup lewat selisih gol. Pertandingan melawan Swedia menjadi ujian akhir kemampuan tim beradaptasi tanpa bintang mereka.

Kesimpulan

Kaoru Mitoma mungkin tidak dapat menapaki lapangan hijau Piala Dunia 2026, tetapi jejaknya tetap menancap kuat dalam dinamika tim. Dari inspirasi nomor punggung 7 yang memotivasi Ao Tanaka, hingga pujian dari pelatih lawan Graham Potter, Mitoma terbukti menjadi sosok yang memengaruhi bukan hanya melalui aksi di lapangan, tetapi juga melalui kepemimpinan moral. Sementara Jepang terus berjuang mengejar posisi puncak grup, warisan Mitoma sebagai simbol kecepatan, kreativitas, dan semangat juang tetap menjadi bahan bakar bagi Samurai Biru untuk melaju ke babak knockout.