PLTU Pelabuhan Ratu Terapkan Co‑Firing dengan Serbuk Sorgum sebagai Biomassa
PLTU Pelabuhan Ratu Terapkan Co‑Firing dengan Serbuk Sorgum sebagai Biomassa

PLTU Pelabuhan Ratu Terapkan Co‑Firing dengan Serbuk Sorgum sebagai Biomassa

LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | PLTU Pelabuhan Ratu mulai memanfaatkan biomassa jenis serbuk sorgum sebagai bahan bakar tambahan (co‑firing) bersama batu bara. Serbuk sorgum ini diproduksi oleh petani lokal, menjadikan program ini sekaligus mendukung perekonomian masyarakat sekitar.

Co‑firing dengan serbuk sorgum memberikan sejumlah keuntungan. Pertama, kandungan karbon dioksida yang dihasilkan berkurang secara signifikan dibandingkan penggunaan batu bara murni. Kedua, penggunaan biomassa lokal mengurangi ketergantungan pada pasokan batu bara impor dan menurunkan biaya transportasi bahan bakar. Ketiga, proses pembakaran biomassa menghasilkan abu yang lebih ringan, memudahkan penanganan limbah.

Proses Integrasi Serbuk Sorgum

  1. Pengumpulan serbuk sorgum dari petani sekitar melalui jaringan koperasi.
  2. Pengecekan kualitas dan pengeringan serbuk untuk mencapai kadar air optimal.
  3. Pencampuran serbuk sorgum dengan batu bara pada rasio yang telah ditetapkan, biasanya 5‑10% dari total berat bahan bakar.
  4. Pengumpanan campuran ke dalam boiler PLTU dengan kontrol temperatur yang disesuaikan.
  5. Monitoring emisi secara real‑time untuk memastikan standar lingkungan terpenuhi.

Implikasi Lingkungan dan Ekonomi

Dengan mengalihkan sebagian konsumsi batu bara ke biomassa, PLTU diharapkan dapat menurunkan emisi karbon tahunan sekitar 150.000 ton. Selain itu, program ini menciptakan lapangan kerja baru dalam rantai pasok serbuk sorgum, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga distribusi.

Penggunaan serbuk sorgum juga selaras dengan kebijakan energi terbarukan pemerintah yang menargetkan peningkatan kontribusi energi bersih dalam bauran energi nasional. Keberhasilan pilot ini dapat menjadi model bagi pembangkit listrik lain di wilayah Jawa Barat.