LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Rapat Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (26/06/2024) menyoroti kematian tiga calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang diduga terkait dengan program Latsarmil (Latihan Militer). Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan dan prosedur seleksi dalam program tersebut.
Ketiga calon, bernama Andi Prasetyo (35), Siti Nurhaliza (29), dan Budi Santoso (32), meninggal secara mendadak setelah mengikuti serangkaian tes fisik dan psikologis yang diadakan oleh Latsarmil di daerah tersebut. Penyebab pasti kematian belum diungkap, namun hasil awal otopsi menunjukkan kemungkinan stress berlebih dan kondisi medis yang tidak terdeteksi sebelumnya.
Program Latsarmil: Tujuan dan Mekanisme
Latsarmil merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan disiplin, ketahanan, dan kepemimpinan generasi muda, terutama yang akan mengemban posisi strategis di sektor ekonomi desa. Program ini melibatkan serangkaian tes kebugaran, pelatihan kepemimpinan, serta evaluasi psikologis.
- Target peserta: warga berusia 25‑45 tahun yang memiliki potensi kepemimpinan.
- Durasi: 2 minggu intensif, termasuk kegiatan fisik, simulasi kepemimpinan, dan penilaian medis.
- Penyelenggara: Kementerian Pertahanan bekerja sama dengan lembaga pelatihan sipil.
Reaksi Komisi I DPR
Ketua Komisi I, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa kejadian ini “menunjukkan adanya celah dalam prosedur medis dan evaluasi risiko”. Ia menuntut agar kementerian terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan Latsarmil, termasuk:
- Peninjauan kembali standar kesehatan yang wajib dipenuhi peserta.
- Peningkatan kapasitas tim medis selama pelaksanaan program.
- Transparansi laporan hasil tes dan tindak lanjut bagi peserta yang terdeteksi risiko.
Komisi I juga meminta agar kementerian menyampaikan laporan lengkap kepada DPR dalam waktu 30 hari ke depan.
Pendapat Pihak Lain
Perwakilan Kementerian Pertahanan, Letnan Kolonel Rudi Hartono, menyampaikan bahwa prosedur medis telah sesuai dengan standar yang berlaku, namun mengakui adanya kemungkinan faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi kesehatan peserta. Ia menegaskan kesiapan kementerian untuk berkoordinasi dengan DPR dalam melakukan evaluasi.
Pengurus Koperasi Desa Merah Putih, Ibu Rani Wulandari, mengungkapkan duka mendalam atas kehilangan tiga calon manajer dan berharap penyelidikan dapat menemukan penyebab pasti serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kasus ini menimbulkan perdebatan publik mengenai keseimbangan antara program pembinaan kepemimpinan dengan keselamatan peserta. Banyak pihak menuntut agar standar kesehatan lebih ketat dan proses seleksi lebih transparan.
Jika evaluasi menemukan adanya kelalaian, kemungkinan akan ada revisi kebijakan Latsarmil serta sanksi administratif bagi pihak yang bertanggung jawab.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet