LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat adopsi Compressed Natural Gas (CNG) sebagai upaya menurunkan ketergantungan pada LPG impor. Pada konferensi pers yang diadakan pada hari Senin, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan serangkaian kebijakan dan insentif guna memperluas jaringan distribusi CNG di seluruh Indonesia.
Beberapa langkah strategis yang akan dilaksanakan antara lain:
- Pembangunan 1.500 stasiun pengisian CNG baru di wilayah perkotaan dan kawasan industri.
- Penyediaan subsidi hingga 30% bagi kendaraan berbahan bakar CNG selama tiga tahun pertama operasional.
- Pengembangan regulasi yang mempermudah investasi swasta dalam infrastruktur CNG.
- Peningkatan kapasitas produksi gas alam domestik melalui perluasan lapangan gas baru.
Untuk mendukung transisi tersebut, pemerintah juga berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) guna meningkatkan kualitas kompresor dan standar keamanan pada jaringan CNG. Selain itu, program edukasi publik akan diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran konsumen tentang manfaat ekonomi dan lingkungan dari penggunaan CNG.
Para pelaku industri otomotif diharapkan dapat menyesuaikan lini produksi dengan menambah varian kendaraan berbahan bakar CNG. Dengan dukungan kebijakan fiskal dan non‑fiskal, diantisipasi bahwa pangsa pasar CNG dapat mencapai 15% dari total konsumsi energi rumah tangga dan transportasi pada tahun 2026.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam agenda energi bersih serta upaya mengurangi beban defisit impor energi. Pemerintah berharap bahwa percepatan penggunaan CNG tidak hanya menurunkan biaya energi bagi konsumen, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan emisi karbon nasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet