LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Gedung bersejarah di Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, yang selama bertahun‑tahun dikenal sebagai “rumah setan” ternyata memiliki latar belakang yang jauh lebih kompleks. Bangunan ini dibangun pada akhir abad ke‑19 oleh komunitas Yahudi yang dulu aktif dalam perdagangan dan keuangan di Batavia.
Setelah kemerdekaan, properti ini beralih kepemilikan pemerintah dan kemudian menjadi objek spekulasi serta rumor. Sejak dekade 1970‑an, warga setempat mulai menyebutnya “rumah setan” karena munculnya kisah-kisah mistis, suara-suara aneh, dan kejadian tak dapat dijelaskan yang konon terjadi di dalamnya.
Berbagai penelitian oleh sejarawan lokal mengungkap bahwa mitos tersebut lebih dipengaruhi oleh dinamika sosial‑budaya Betawi yang suka mengaitkan bangunan tua dengan cerita supranatural, bukan karena bukti historis adanya praktik pemujaan.
Berikut beberapa fakta penting terkait bangunan ini:
- Tahun dibangun: sekitar 1885‑1890.
- Pengguna pertama: komunitas Yahudi Batavia.
- Arsitektur: kombinasi eksterior batu bata merah, jendela bergaya kolonial, dan atap genteng keramik.
- Status saat ini: terdaftar sebagai cagar budaya oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
- Isu terkini: rencana renovasi menjadi museum kecil tentang diaspora Yahudi di Indonesia.
Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan menyatakan komitmen untuk melestarikan bangunan tersebut sekaligus mengedukasi publik tentang sejarahnya yang sebenarnya. Upaya ini diharapkan dapat meredam mitos “rumah setan” dan memperkuat rasa kebanggaan terhadap warisan multikultural kota.
Keberadaan gedung ini menjadi pengingat bahwa Jakarta pernah menjadi persimpangan beragam komunitas, termasuk Yahudi, yang meninggalkan jejak arsitektural dan kultural yang masih dapat dilihat hingga kini.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet