UD Almería Gagal Promosi, Rubi Dipecat, dan Rencana Besar Musim 2026/27
UD Almería Gagal Promosi, Rubi Dipecat, dan Rencana Besar Musim 2026/27

UD Almería Gagal Promosi, Rubi Dipecat, dan Rencana Besar Musim 2026/27

LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Setelah mengalami kekecewaan pahit di final playoff melawan Málaga CF, UD Almería kembali berada di Segunda División dan harus menyiapkan strategi komprehensif untuk musim 2026‑27. Keputusan penting meliputi pemecatan pelatih Rubi, restrukturisasi skuad, dan penunjukan kandidat baru untuk memimpin tim. Semua langkah ini diambil dalam upaya menyeimbangkan ambisi kembali ke LaLiga dengan realitas finansial klub.

Rubi Dilepas Usai Gagal Promosi

Usai kegagalan mengamankan tiket naik ke LaLiga dalam dua kesempatan playoff, direktur olahraga Almería memutuskan untuk memutuskan hubungan kerja dengan Rubi. Pelatih asal Catalunya itu, yang sebelumnya membawa klub ke posisi keempat pada musim 2024‑25, tidak lagi dianggap cocok untuk memimpin proyek jangka panjang. Keputusan ini dipercepat oleh tekanan pendukung yang menuntut perubahan setelah tim kehilangan peluang promosi di kandang sendiri, serta masuknya investor bernama Cristiano Ronaldo yang menuntut profesionalisme baru.

Daftar Kandidat dan Fokus pada Paunovic

Di antara nama‑nama yang muncul, mantan pemain Almería Veljko Paunović menjadi sorotan utama. Paunović pernah bermain untuk Almería dan sebelumnya berhasil mengangkat Real Oviedo ke Primera División lewat playoff pada musim 2024‑25, bahkan menyingkirkan Almería di semifinal. Pengalaman suksesnya di level playoff membuatnya menjadi pilihan potensial untuk mengembalikan semangat kompetitif klub.

Selain Paunović, nama‑nama lain seperti Gaizka Garitano, yang pernah menggantikan Vicente Moreno pada 2023‑24, juga dibicarakan, namun belum ada konfirmasi resmi. Direktur teknik klub menegaskan bahwa proses seleksi akan melibatkan evaluasi taktik, manajemen pemain, serta kemampuan beradaptasi dengan filosofi klub.

Strategi Transfer dan Pengelolaan Pemain Pinjaman

Dengan kepastian bermain di Segunda, manajemen harus menata kembali daftar pemain. Beberapa pemain senior diperkirakan akan dijual untuk menyeimbangkan buku keuangan, termasuk Arribas, Pubill, dan Lopy. Pemain dengan kontrak habis seperti Fernando, Centelles, dan Puigmal juga tidak akan diperpanjang.

Di sisi lain, klub berencana mengeksekusi opsi pembelian atas De la Fuente meski tidak berhasil promosi, serta mengembalikan André Horta setelah masa pinjamannya berakhir. Fokus utama adalah menilai enam pemain yang kembali dari pinjaman: Selvi Clua (Mirandés), Édgar González (Andorra), Alejandro Pozo (Jagiellonia), Marko Marezi (Alverca), Marko Perovic (Atlético de Madrid B) dan Rubén Quintanilla (Eldense). Hanya Marezi dan Perovic yang dianggap memiliki peluang nyata untuk bersaing di skuad utama, tergantung pada keputusan pelatih baru.

Selain itu, klub sudah menyelesaikan penjualan Bruno Langa ke Qarabag dan Juan Manuel Gutiérrez ke Defensa y Justicia, sehingga mengurangi beban gaji dan membuka ruang untuk reinvestasi.

Penambahan Target dan Perpanjangan Kontrak

Direktur olahraga juga mengindikasikan niat untuk memperpanjang kontrak Leo Baptistão, yang menjadi aset penting di lini serang. Sementara itu, Adrián Embarba diprediksi akan menarik minat klub lain setelah menunjukkan performa statistik terbaiknya dalam satu musim.

Dalam upaya memperkuat sayap kiri, Rubén Duarte muncul sebagai alternatif pengganti potensial untuk menggantikan Sergio Akieme yang kini mendapat tawaran dari klub Primera seperti Elche atau Rayo Vallecano.

Jadwal Persiapan dan Pertandingan Penting

Pra‑musim akan dimulai pada minggu kedua Juli, dengan target menghindari skuad berlebihan sejak hari pertama latihan. Sementara itu, jadwal kompetisi domestik tetap menantang. Pada 28 Oktober 2026, Almería akan menampakkan diri melawan UD Las Palmas di Power Horse Stadium, pertandingan yang disiarkan oleh ESPN 3 dan Star+. Pertarungan ini menjadi kesempatan awal untuk menguji taktik baru serta menilai kesiapan tim di bawah kepemimpinan pelatih baru.

Secara keseluruhan, UD Almería berada pada persimpangan penting. Keputusan mengenai pelatih, kebijakan transfer, dan integrasi pemain kembali dari pinjaman akan menentukan apakah klub dapat kembali ke puncak LaLiga atau terperangkap lama di Segunda División.

Dengan kepemilikan baru, tekanan finansial, dan ekspektasi pendukung yang tinggi, Almería harus menyeimbangkan ambisi jangka panjang dengan realitas jangka pendek. Jika semua elemen bekerja selaras, musim 2026‑27 dapat menjadi batu loncatan menuju kebangkitan kembali ke kancah tertinggi sepakbola Spanyol.