Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Akui Terima Rp 20 Juta di Tengah Malam
Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Akui Terima Rp 20 Juta di Tengah Malam

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Akui Terima Rp 20 Juta di Tengah Malam

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UBK) mengungkapkan bahwa ia menerima sejumlah uang sebesar Rp 20 juta pada larut malam. Menurut pengakuannya, dana tersebut diberikan sebagai imbalan untuk memindahkan lokasi demonstrasi mahasiswa dari Istana Negara ke gedung DPR.

Pengakuan ini muncul setelah laporan media menyoroti aksi protes yang semula direncanakan di depan Istana dan kemudian dialihkan ke wilayah DPR pada malam itu. Ketua BEM FH UBK menyatakan bahwa ia tidak menolak uang tersebut, namun menolak untuk mengungkap identitas pihak yang memberikannya.

Universitas Brawijaya menanggapi dengan segera melakukan penyelidikan internal. Tim investigasi kampus telah dibentuk untuk mengidentifikasi mahasiswa yang terlibat dalam penerimaan suap serta menilai apakah ada pelanggaran kode etik mahasiswa.

  • Pengumpulan bukti berupa rekaman percakapan dan transaksi keuangan.
  • Wawancara dengan saksi dan pihak terkait.
  • Penyusunan rekomendasi sanksi disiplin.

Jika terbukti bersalah, mahasiswa yang terlibat dapat dikenai sanksi mulai dari peringatan tertulis hingga skorsing atau pencabutan keanggotaan BEM. Selain itu, pihak universitas menegaskan komitmennya untuk menegakkan integritas dan transparansi dalam kegiatan organisasi mahasiswa.

Pengakuan ini memicu perdebatan di kalangan akademisi dan aktivis. Beberapa pihak menilai bahwa praktik suap semacam ini mengancam kebebasan bersuara dan mengurangi kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa. Sementara yang lain menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi semua pihak.

Kasus ini menyoroti tantangan etika dalam dinamika politik kampus, terutama ketika aksi demonstrasi melibatkan kepentingan politik nasional. Pemerintah dan lembaga legislatif juga diharapkan memberikan klarifikasi mengenai perubahan lokasi demo yang terjadi pada malam tersebut.