LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan pada sebuah konferensi pers terbaru bahwa proses pembinaan atlet untuk menghadapi ajang Olimpiade harus dilaksanakan minimal enam tahun. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas kebutuhan persiapan yang lebih matang demi meningkatkan peluang Indonesia meraih medali pada kompetisi terbesar dunia.
Berikut beberapa langkah strategis yang dijabarkan dalam rencana pembinaan:
- Pembentukan pusat pelatihan berbasis ilmiah di beberapa kota besar, dilengkapi fasilitas kebugaran, laboratorium fisiologi, dan ruang rehabilitasi.
- Pemberian beasiswa dan tunjangan khusus bagi atlet berpotensi tinggi, termasuk dukungan logistik untuk mengikuti turnamen luar negeri.
- Penjadwalan kompetisi persiapan, mulai dari kejuaraan nasional, Asia, hingga kejuaraan dunia, sebagai ajang evaluasi kinerja.
- Peningkatan kualitas pelatih melalui program sertifikasi internasional dan pertukaran pengetahuan dengan federasi olahraga lain.
Namun, Thohir juga mengakui adanya tantangan signifikan, antara lain keterbatasan dana, kurangnya infrastruktur di daerah tertentu, serta dampak lanjutan pandemi COVID-19 yang masih memengaruhi jadwal kompetisi. Pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan anggaran melalui sinergi dengan sektor swasta dan sponsor olahraga.
Harapan utama Menpora adalah agar dengan persiapan enam tahun, Indonesia dapat menampilkan atlet yang tidak hanya berkompetisi, tetapi juga berpeluang membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu. Thohir menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, pelatih, hingga masyarakat, dalam mewujudkan cita‑cita Olimpiade yang lebih gemilang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet