Nyeri dada bisa jadi tanda anak alami GERD
Nyeri dada bisa jadi tanda anak alami GERD

Nyeri dada bisa jadi tanda anak alami GERD

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Nyeri dada pada anak kerap dianggap sebagai keluhan umum yang berhubungan dengan masalah jantung atau paru, namun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa rasa tidak nyaman di dada juga dapat menjadi indikasi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada anak.

GERD merupakan kondisi di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menimbulkan iritasi pada jaringan esofagus. Pada anak-anak, gejala yang muncul tidak selalu berupa regurgitasi atau muntah, melainkan bisa berupa rasa terbakar, rasa asam di mulut, atau bahkan nyeri dada yang terasa seperti tekanan atau sesak.

Berikut ini beberapa tanda yang dapat mengindikasikan GERD pada anak:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di daerah dada, terutama setelah makan.
  • Muntah atau regurgitasi makanan yang tidak berhubungan dengan makan berlebih.
  • Gangguan tidur karena rasa terbakar atau rasa asam di tenggorokan.
  • Kehilisan nafsu makan atau penurunan berat badan.
  • Batuk kronis, mengi, atau serak suara yang tidak jelas penyebabnya.

Jika anak menunjukkan nyeri dada yang tidak dapat dijelaskan oleh faktor lain, orang tua sebaiknya melakukan evaluasi medis. Dokter anak biasanya akan menanyakan riwayat makanan, pola tidur, serta melakukan pemeriksaan fisik. Pada kasus yang memerlukan konfirmasi lebih lanjut, dokter dapat menyarankan prosedur seperti pH-metrik esofagus atau endoskopi.

Penanganan GERD pada anak meliputi perubahan gaya hidup serta terapi medis. Langkah-langkah yang direkomendasikan meliputi:

  1. Mengatur porsi makan menjadi lebih kecil dan lebih sering, menghindari makanan berlemak, cokelat, kafein, dan makanan pedas.
  2. Menjaga posisi tubuh tetap tegak setidaknya selama 30 menit setelah makan.
  3. Menghindari pakaian yang terlalu ketat di sekitar perut.
  4. Jika diperlukan, dokter dapat meresepkan obat pengurang asam seperti antasida atau inhibitor pompa proton (PPI).

Pencegahan jangka panjang melibatkan kebiasaan makan yang sehat, menjaga berat badan ideal, serta memperhatikan tanda-tanda awal agar tidak berkembang menjadi komplikasi seperti esofagitis atau striktur esofagus.

Orang tua diimbau untuk tidak mengabaikan nyeri dada pada anak, terutama bila disertai gejala lain yang mencurigakan. Konsultasi dengan dokter anak secara tepat waktu dapat membantu memastikan diagnosis yang akurat dan penanganan yang efektif.