LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Timnas Brasil memasuki laga penentu grup fase pertama Piala Dunia 2026 melawan Skotlandia dengan harapan besar setelah menghadapi dua pertandingan pembuka yang berwarna. Kegagalan meraih kemenangan melawan Maroko (1-1) dan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti menambah tekanan pada skuad yang kini harus mengatasi absennya penyerang andalan Raphinha serta mengandalkan kembalinya Neymar yang telah pulih dari cedera betis.
Raphinha Terluka, Brasil Kehilangan Pilihan Sayap
Pemain Barcelona asal Santos, Raphinha, mengalami cedera otot paha belakang kanan pada laga melawan Haiti. Cedera ini memaksa pelatih Carlo Ancelotti menurunkan Raphinha pada menit akhir babak pertama dan menggantikannya dengan penyerang muda Bournemouth, Rayan. Menurut laporan resmi CBF, Raphinha akan menjalani perawatan intensif dan target kembali bermain hanya bila Brasil melaju ke babak 16 besar pada awal Juli. Lucas Paqueta, gelandang senior, mengaku tim sangat sedih dengan kondisi Raphinha. “Kami semua sangat senang melihatnya berlatih dan kembali berada di lapangan bersama kami,” ujarnya, menambahkan pentingnya peran Raphinha dalam menciptakan ruang dan kecepatan di lini serang.
Neymar Siap Kembali Setelah Lama Terluka
Setelah hampir lima minggu absen karena cedera betis, Neymar kembali mengikuti sesi latihan penuh bersama tim. Pada sesi taktik terakhir di bawah arahan Ancelotti, rekan setimnya Gabriel Martinelli memuji kondisi Neymar yang tampak “berlevel sangat tinggi” dan menunjukkan intensitas luar biasa. “Kualitasnya tidak terkatakan, dan cara dia kembali menunjukkan betapa besar keinginannya,” kata Martinelli dalam konferensi pers. Neymar terakhir tampil untuk Brasil pada 2023 sebelum mengalami cedera lutut serius melawan Uruguay. Sejak saat itu, ia menjalani lebih dari 650 hari di luar lapangan karena serangkaian cedera di Saudi Arabia dan Brazil, serta peralihan kembali ke Santos. Namun, dalam 15 pertandingan musim ini, ia berhasil mencetak enam gol dan memberikan empat assist, meski tidak pernah bermain lebih dari empat pertandingan berturut‑turut.
Pernyataan Roberto Carlos Tentang Dampak Kembalinya Neymar
Legenda bek kiri Brasil, Roberto Carlos, menegaskan bahwa kembalinya Neymar dapat menjadi “pemicu peningkatan pesat” bagi tim. Dalam wawancara di acara Casa del Kun, Carlos menyatakan bahwa meski Brasil belum menampilkan performa terbaik di grup, kehadiran Neymar akan melengkapi potensi yang sudah ada, seperti Vinícius Júnior, Matheus Cunha, dan endrik yang tengah naik daun. “Kami masih membangun tim Brasil terbaik, dan dengan Neymar, kami bisa melaju hingga final,” ujarnya, menambahkan bahwa pertahanan yang dipimpin Marquinhos dan Gabriel tetap menjadi tulang punggung tim.
Strategi Ancelotti dan Pilihan Lini Serang
Pelatih Italia, Carlo Ancelotti, masih mempertimbangkan susunan starting XI melawan Skotlandia. Dengan Raphinha absen, opsi utama di sayap kanan meliputi Matheus Cunha, Vinícius Júnior, serta Luiz Henrique dari Zenit yang menjadi favorit. Jika Neymar dinyatakan fit, Ancelotti diperkirakan akan menurunkan pemain veteran itu sebagai pengganti atau bahkan sebagai starter, mengingat pengalaman dan kemampuan kreatifnya. Sementara itu, Martinelli menilai bahwa Neymar mampu menambah dimensi serangan, baik dalam menciptakan peluang maupun menambah ancaman gol.
Stakes Laga Brasil vs Skotlandia
Brasil memimpin Grup C dengan empat poin, unggul selisih gol atas Maroko. Skotlandia berada di posisi ketiga dengan tiga poin. Kemenangan atau hasil imbang melawan Skotlandia akan memastikan Brasil melaju sebagai juara grup dan mengamankan tempat di babak 16 besar tanpa harus menanti hasil pertandingan Maroko vs Haiti. Kekalahan dapat memaksa Brasil bersaing ketat untuk melaju sebagai runner‑up, yang tentunya meningkatkan tekanan pada Ancelotti untuk mengambil keputusan strategis terkait Neymar.
Secara keseluruhan, kembalinya Neymar tidak hanya memberikan dorongan moral bagi rekan satu tim, tetapi juga memperkaya pilihan taktis Ancelotti. Kombinasi antara pemain muda berbakat dan veteran berpengalaman dapat menjadi kunci Brasil untuk mengatasi tantangan Skotlandia dan melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Jika Neymar dapat tampil pada level tertinggi seperti yang dipuji Martinelli, harapan Brasil untuk menembus babak final—sebagaimana diimpikan Roberto Carlos—semakin realistis.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet