Drama Tartan Army di Miami: Polisi Gagal Hentikan Tradisi Kerucut, Cedera Pemain, dan Persiapan Lawan Brazil
Drama Tartan Army di Miami: Polisi Gagal Hentikan Tradisi Kerucut, Cedera Pemain, dan Persiapan Lawan Brazil

Drama Tartan Army di Miami: Polisi Gagal Hentikan Tradisi Kerucut, Cedera Pemain, dan Persiapan Lawan Brazil

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Kelompok suporter sepakbola Skotlandia yang dikenal sebagai Tartan Army tiba di Miami pada Senin, 22 Juni 2026, menyusul turnamen FIFA World Cup 2026. Kedatangan mereka menyertai parade budaya, namun juga menimbulkan beberapa insiden yang menarik perhatian publik dan otoritas setempat.

Polisi Miami Gagal Mencegah Tradisi Kerucut

Seperti yang biasa dilakukan di kota Boston, suporter Skotlandia mencoba menempatkan sebuah kerucut lalu lintas pada patung sebagai bagian dari tradisi yang melambangkan dukungan mereka. Namun, polisi Miami lebih tegas. Petugas menghentikan aksi tersebut sebelum kerucut dapat dipasang, menjelaskan bahwa tindakan itu melanggar peraturan keamanan publik dan dapat menimbulkan bahaya bagi pejalan kaki. Insiden ini menjadi kontras dengan respons otoritas di Boston yang biasanya membiarkan tradisi tersebut berjalan.

Jadwal Marching dan Kegiatan Budaya

Menurut data kepolisian Miami, antara 2.000 hingga 10.000 anggota Tartan Army diperkirakan akan berkumpul di Calle Ocho antara pukul 14.00 hingga 16.00, menikmati kuliner dan hiburan lokal. Selanjutnya, rombongan akan berarak ke arah LoanDepot Park lewat Southwest 15th Avenue, diiringi tim Respon Sepeda Polisi untuk memastikan keamanan. Pada malam harinya, mereka dijadwalkan menonton pertandingan Miami Marlins melawan Texas Rangers.

Catatan Historis Pertandingan Skotlandia vs Brazil

World Cup 2026 menjadi pertemuan kelima antara Skotlandia dan Brazil di ajang tersebut. Sejarah pertemuan sebelumnya menunjukkan Skotlandia pernah menimbulkan kejutan, seperti gol luar biasa Dave Narey pada menit ke-18 melawan Brazil di Sevilla. Namun, Brazil berhasil kembali unggul lewat gol Zico, Oscar, dan Falcao. Kedua tim sebelumnya sama-sama lolos grup tanpa kekalahan, namun Skotlandia tersingkir karena selisih gol, sementara Brazil kalah di pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Polandia.

Statistik pertemuan menunjukkan Skotlandia selalu keluar dari grup pada tahap awal, meski pernah hampir melaju lebih jauh. Brazil, di sisi lain, pernah tersingkir di fase grup kedua pada Piala Dunia 2002 melawan Italia.

Kekosongan di Barisan Skotlandia: Aaron Hickey Absen

Latihan terakhir Skotlandia sebelum menghadapi Brazil di Group C dilaporkan tanpa kehadiran bek kanan Aaron Hickey. Hickey, yang bermain 75 menit pada kemenangan 1-0 atas Haiti, tidak tampil dalam kekalahan 1-0 melawan Maroko di Boston Stadium. Tim medis mengonfirmasi bahwa ia mengalami keluhan otot betis yang belum pulih sepenuhnya. Sementara itu, bek Scott McKenna juga masih dalam perawatan otot betis dan belum kembali ke lapangan, sementara gelandang Lewis Ferguson beristirahat setelah bermain penuh melawan Maroko.

Latihan berikutnya akan dilaksanakan di Fort Lauderdale dengan tambahan sesi sauna untuk mengatasi suhu dan kelembapan tinggi di Florida.

Permintaan Tiket dan Antisipasi Penonton

Permintaan tiket pertandingan Skotlandia vs Brazil telah meningkat drastis. Penjual tiket resmi mencatat lonjakan penjualan sejak pengumuman jadwal, dengan banyak penggemar internasional yang berencana datang ke Miami. Meskipun harga tiket bervariasi, sebagian besar penonton diprediksi akan mendukung Tartan Army dengan menampilkan bendera, pakaian tradisional, dan bagpipe yang mengiringi perjalanan mereka.

Kesimpulan

Kehadiran Tartan Army di Miami tidak hanya menambah warna budaya dalam rangkaian acara World Cup, tetapi juga menimbulkan tantangan bagi keamanan publik dan logistik tim. Dari tradisi kerucut yang diblokir polisi hingga absennya pemain kunci seperti Aaron Hickey, semua faktor ini memberikan gambaran dinamis tentang persiapan Skotlandia menjelang pertandingan krusial melawan Brazil. Para suporter, sekaligus otoritas setempat, diharapkan dapat menjaga semangat sportivitas sekaligus keamanan selama fase penting turnamen ini.