Drama 2-1! Julian Nagelsmann Bikin Geger dengan Jam Mewah Saat Jerman Bangkit atas Pantai Gading
Drama 2-1! Julian Nagelsmann Bikin Geger dengan Jam Mewah Saat Jerman Bangkit atas Pantai Gading

Drama 2-1! Julian Nagelsmann Bikin Geger dengan Jam Mewah Saat Jerman Bangkit atas Pantai Gading

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Toronto, 21 Juni 2026 – Tim Nasional Jerman berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menumbangkan Pantai Gading dengan skor tipis 2-1. Kemenangan dramatis ini tidak hanya menjadi titik balik bagi Der Panzer yang selama dua edisi terakhir tersingkir di fase grup, tetapi juga memicu perbincangan hangat seputar gaya hidup pelatih Julian Nagelsmann yang terlihat mengenakan jam tangan mewah IWC Schaffhausen saat memimpin tim di lapangan.

Laga yang Membuat Jerman Kembali ke Babak Gugur

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Pada menit ke-10, Kai Havertz melancarkan sundulan ke sudut kiri bawah, namun kiper Pantai Gading, Yahia Fofana, berhasil menepis bola dengan sigap. Tekanan Jerman justru memberi ruang bagi Les Éléphants. Di menit ke-30, gelandang berpengalaman Franck Kessie memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti dan mengeksekusi tembakan dingin yang menembus jaring Manuel Neuer, menjadikan Pantai Gading unggul 1-0 pada akhir babak pertama.

Menjelang jeda, pelatih Jerman Julian Nagelsmann melakukan tiga pergantian sekaligus, termasuk memasukkan penyerang VfB Stuttgart, Deniz Undav, dan gelandang Nadiem Amiri. Keputusan tersebut terbukti menjadi titik balik penting.

Keberanian Deniz Undav dan Taktik Nagelsmann

Pada menit ke-67, Undav menerima umpan silang akurat dari Amiri dan mengeksekusi sontekan yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol penyama itu menghidupkan kembali harapan Jerman dan menegaskan keefektifan taktik pergantian Nagelsmann yang menambah daya serang tim.

Ketegangan memuncak di menit-menit akhir. Pada menit ke-90+4, Undav kembali menjadi pahlawan dengan menerima umpan dari Felix Nmecha, lalu menembakkan bola keras ke sudut kanan bawah, memastikan kemenangan 2-1. Dua gol krusial Undav menjadikannya sorotan utama, sementara Manuel Neuer kembali menguatkan pertahanan Jerman pada sisa waktu.

Kontroversi Jam Tangan Mewah dan Kritik Sportivitas

Di sela-sela aksi di lapangan, mata publik tak lepas dari jam tangan IWC Schaffhausen Chronograph 41 Le Petit Prince yang dikenakan Nagelsmann. Jam berharga sekitar 68 juta rupiah ini menimbulkan perdebatan mengenai fokus seorang pelatih di panggung dunia. Beberapa pengamat menilai aksesoris tersebut mencerminkan status, namun yang lain menilai hal itu tidak relevan dengan performa tim.

Setelah pertandingan, pelatih Pantai Gading, Emers Faye, menuduh Jerman kurang menunjukkan sportivitas. Ia menyoroti insiden di mana bek muda Jerman, Nathaniel Brown, menolak mengembalikan bola kepada pemain Pantai Gading setelah Wilfried Sengu mengeluarkan bola karena cedera. Faye meminta Brown untuk bersikap lebih rendah hati, menekankan bahwa tim besar seperti Jerman seharusnya menjadi contoh dalam hal fair play.

Walaupun demikian, Faye tetap memuji perjuangan timnya yang mampu memberi tekanan kuat pada Jerman. Ia menegaskan Pantai Gading masih memiliki peluang besar untuk melaju ke fase selanjutnya, asalkan mereka mempertahankan konsistensi defensif.

Dengan kemenangan ini, Jerman mengakhiri penantian panjang sejak penampilan gemilang pada Piala Dunia 2014. Kembalinya Der Panzer ke babak knockout menandai kebangkitan kembali kekuatan sepak bola Eropa, sekaligus menambah catatan impresif bagi pelatih muda Julian Nagelsmann yang kini dipuji atas keberanian taktisnya.

Kemenangan 2-1 atas Pantai Gading tidak hanya menambah poin penting, tetapi juga menegaskan bahwa kombinasi pengalaman, perubahan strategis, dan ketajaman striker pengganti dapat mengubah alur pertandingan. Jerman kini menatap babak 16 besar dengan keyakinan, sementara Pantai Gading berusaha memperbaiki aspek sportivitas demi menjaga reputasi di panggung internasional.