Perjalanan Panjang Kiper Tanjung Verde, Vozinha Menuju Piala Dunia
Perjalanan Panjang Kiper Tanjung Verde, Vozinha Menuju Piala Dunia

Perjalanan Panjang Kiper Tanjung Verde, Vozinha Menuju Piala Dunia

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Kiper asal Tanjung Verde, Josimar “Vozinha” Mendes, menjadi sorotan setelah mengungkapkan emosinya di hadapan wartawan usai timnas berhasil meraih poin penting dalam fase kualifikasi Piala Dunia. Perjalanan kariernya yang panjang dan penuh liku kini berada di puncak, menjelang kemungkinan pertama Tanjung Verde melaju ke turnamen sepak bola bergengsi dunia.

Berawal dari lingkungan sederhana di Pulau Santiago, Vozinha menapaki dunia sepak bola melalui akademi lokal pada usia 14 tahun. Keahliannya dalam menghalau tembakan jarak dekat dan keberanian keluar dari garis penalti membuatnya cepat dipanggil ke tim senior klub Ribeira FC pada usia 18 tahun.

Selama lima musim bersama Ribeira FC, ia mencatatkan 112 penampilan dan membantu klub meraih dua gelar liga domestik. Penampilannya yang konsisten menarik perhatian pelatih timnas yang kemudian memanggilnya pertama kali pada tahun 2017.

Berikut ringkasan statistik klub utama Vozinha sebelum menapaki panggung internasional:

Tahun Klub Penampilan
2015-2019 Ribeira FC 112
2020-2022 Porto Verde 84
2023- FC Praia 27

Di level internasional, Vozinha pertama kali mengemban tugas sebagai kiper cadangan pada ajang kualifikasi Piala Dunia 2018, namun baru mendapatkan peluang utama pada edisi 2022 setelah performa impresif di Liga Nasional. Sejak itu, ia menjadi garda terdepan timnas Tanjung Verde, mencatatkan 28 caps hingga kini.

Keberhasilan terbaru datang pada laga melawan negara tetangga, di mana Tanjung Verde berhasil menahan serangan agresif dan mencetak hasil imbang 1-1 berkat penyelamatan krusial Vozinha pada menit ke-88. Momen tersebut menjadi pemicu emosionalnya, menegaskan dedikasi dan rasa kebanggaan yang mendalam terhadap negara.

Berikut beberapa poin penting dalam perjalanan kualifikasi yang dilalui Vozinha:

  • Mempertahankan clean sheet pada dua pertandingan kritis melawan tim peringkat lebih tinggi.
  • Menjadi kapten tim pada pertandingan terakhir fase grup, menunjukkan peran kepemimpinan di luar tugas utama.
  • Berpartisipasi dalam program pelatihan intensif bersama pelatih kebugaran internasional untuk meningkatkan refleks dan ketangguhan mental.

Dengan sisa dua putaran kualifikasi, harapan Tanjung Verde untuk melaju ke Piala Dunia semakin realistis. Vozinha menyatakan, “Setiap tetes keringat, setiap luka, semuanya untuk mengangkat bendera kami ke panggung dunia. Jika kami berhasil, itu akan menjadi kebanggaan seluruh bangsa.”

Jika tim berhasil menutup fase kualifikasi dengan posisi teratas grup, sejarah akan tercipta: Tanjung Verde akan menjadi negara pertama di kawasan Atlantik Barat yang berpartisipasi dalam Piala Dunia sejak debut mereka di kompetisi internasional. Semua mata kini tertuju pada kiper berusia 30 tahun ini, yang terus berlatih tanpa henti demi mimpi besar tersebut.