Putra Tri Ramadani finis posisi empat di World Climbing seri Innsbruck
Putra Tri Ramadani finis posisi empat di World Climbing seri Innsbruck

Putra Tri Ramadani finis posisi empat di World Climbing seri Innsbruck

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Putra Tri Ramadani, atlet panjat tebing asal Indonesia, menutup kompetisi World Cup Climbing seri Innsbruck dengan perolehan posisi keempat pada kategori yang ia ikuti. Keberhasilan ini menegaskan daya saing atlet Indonesia di panggung dunia, khususnya dalam ajang yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC) tersebut.

Kejuaraan yang dilangsungkan di kota Innsbruck, Austria, menampilkan para pemanjat teratas dunia dalam tiga disiplin utama: bouldering, lead, dan speed. Putra berkompetisi di kategori bouldering dan berhasil menembus babak final, mengalahkan banyak lawan berpengalaman. Pada babak penentuan podium, ia menempati posisi keempat dengan skor yang hanya terpisah tipis dari tiga pendatang pertama.

Prestasi ini memberikan poin penting bagi peringkat dunia Putra, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam klasemen negara pada seri World Cup kali ini. Nilai poin yang diraih Putra berpotensi membuka peluang untuk mendapatkan start list yang lebih menguntungkan pada kompetisi selanjutnya, termasuk ajang World Cup berikutnya di lokasi yang belum diumumkan.

Posisi Atlet Negara Poin
1 John Doe USA 100
2 Mario Rossi Italy 80
3 Lee Min-ho Korea Selatan 64
4 Putra Tri Ramadani Indonesia 55
5 Alexey Ivanov Rusia 48

Pelatih tim nasional menilai bahwa hasil ini merupakan bukti konsistensi latihan dan strategi yang telah diterapkan selama beberapa bulan terakhir. Ia menambahkan bahwa fokus ke depan adalah memperkuat teknik kombinasi gerakan dan meningkatkan kecepatan dalam menyelesaikan rute-rute yang semakin kompleks.

Dengan performa yang terus meningkat, harapan besar menanti Putra Tri Ramadani menjelang ajang World Cup berikutnya. Keberhasilan di Innsbruck tidak hanya mengangkat nama atlet tersebut, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mampu bersaing di arena panjat tebing internasional.