LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Jerman, Argentina, dan Kanada menjadi sorotan utama pada fase grup Piala Dunia 2026 setelah tiga penyerang bersaing ketat untuk penghargaan adidas Golden Boot.
Deniz Undav menyalip Messi secara sementara
Penyerang VfB Stuttgart, Deniz Undav, mencatatkan tiga gol dan dua assist dalam dua pertandingan Jerman. Gol pertamanya datang pada kemenangan 7–1 melawan Curaçao, sedangkan dua gol berikutnya diraih sebagai pengganti pada laga melawan Pantai Gading (2–1). Dengan total menit bermain yang lebih sedikit serta kontribusi assist yang lebih tinggi, FIFA menempatkannya di puncak klasemen sementara.
Messi dan Jonathan David tetap berada di jalur terdepan
Lionel Messi mencetak hattrick melawan Aljazair, mengantar Argentina menang 3–0. Hattrick tersebut sekaligus menyamakan rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, sekaligus menambah total gol Messi menjadi tiga. Di pihak Kanada, Jonathan David juga menorehkan tiga gol dalam kemenangan telak 6–0 atas Qatar. Kedua pemain ini masing-masing telah tampil dalam dua pertandingan, namun dengan menit bermain lebih lama dibanding Undav.
Bagaimana FIFA menilai peringkat?
Jika dua atau lebih pemain memiliki jumlah gol yang sama, peringkat ditentukan oleh jumlah assist. Bila assist juga serupa, total menit bermain menjadi faktor penentu; pemain yang mencatatkan menit lebih sedikit akan berada di posisi lebih tinggi. Inilah alasan Undav, yang memiliki dua assist dan menit bermain paling efisien, menjadi “raja gol sementara”.
Daftar sementara top skor (hingga 21 Juni 2026)
| Pemain | Tim | Gol | Assist | Menit Bermain |
|---|---|---|---|---|
| Deniz Undav | Jerman | 3 | 2 | ≈180 |
| Lionel Messi | Argentina | 3 | 0 | ≈210 |
| Jonathan David | Kanada | 3 | 0 | ≈200 |
| Vinícius Júnior | Brasil | 2 | 1 | ≈150 |
| Kylian Mbappé | Perancis | 2 | 0 | ≈160 |
| Erling Haaland | Norwegia | 2 | 0 | ≈140 |
| Harry Kane | Inggris | 2 | 1 | ≈155 |
Pemain lain yang masih berpeluang
- Vinícius Júnior (Brasil)
- Kylian Mbappé (Perancis)
- Erling Haaland (Norwegia)
- Harry Kane (Inggris)
- Matheus Cunha, Cyle Larin, Kai Havertz, dan lainnya dengan dua gol masing-masing.
Persaingan menuju Sepatu Emas masih terbuka lebar. Seluruh tim masih memiliki setidaknya satu babak grup tersisa, dan performa striker- striker besar dapat berubah drastis dalam beberapa pertandingan berikutnya.
Dengan statistik yang semakin seimbang, sorotan kini beralih pada efektivitas pemain di menit akhir pertandingan serta kemampuan mereka menciptakan peluang melalui assist. Jika Undav mempertahankan rasio gol‑assist dan tetap bermain secara selektif, ia berpeluang mengamankan Golden Boot meski bersaing dengan legenda‑legenda sepak bola dunia.
Kesimpulannya, fase grup Piala Dunia 2026 menampilkan persaingan sengit antara tiga penyerang utama. Undav, berkat kombinasi gol, assist, dan efisiensi menit bermain, menempati posisi puncak sementara, sementara Messi dan David tetap menjadi ancaman utama. Pertandingan selanjutnya akan menentukan apakah “raja gol sementara” ini dapat mengukir sejarah atau kembali digantikan oleh nama‑nama besar lain.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet