Menjelang Muktamar Ke-35, Nama Gus Hery Haryanto Azumi Muncul sebagai Kandidat Ketum PBNU
Menjelang Muktamar Ke-35, Nama Gus Hery Haryanto Azumi Muncul sebagai Kandidat Ketum PBNU

Menjelang Muktamar Ke-35, Nama Gus Hery Haryanto Azumi Muncul sebagai Kandidat Ketum PBNU

LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan akan berlangsung pada Agustus 2024, nama Gus Hery Haryanto Azumi kembali muncul sebagai kandidat potensial untuk posisi Ketua Umum (Ketum) PBNU. Keberadaan Gus Hery dalam perbincangan internal PBNU mencerminkan dinamika politik organisasi yang tengah mencari kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan era digital, pluralisme, dan pemuda.

Gus Hery Haryanto Azumi, putra dari tokoh senior NU, sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPP Pimpinan Cabang (PC) PBNU Jawa Barat dan aktif dalam bidang dakwah serta pendidikan Islam. Ia dikenal memiliki jaringan luas di kalangan pesantren, organisasi mahasiswa Islam, serta lembaga keuangan mikro syariah.

Berbagai kalangan di dalam PBNU memberikan dukungan terbuka terhadap pencalonannya. Berikut ini beberapa faktor yang dianggap memperkuat posisi Gus Hary sebagai calon Ketum:

  • Pengalaman manajerial di tingkat provinsi dan nasional.
  • Visi progresif yang menekankan modernisasi birokrasi PBNU dan peningkatan peran pemuda.
  • Hubungan baik dengan tokoh-tokoh senior NU serta kemampuan mediasi dalam konflik internal.
  • Dukungan finansial melalui jaringan lembaga ekonomi syariah yang dikelolanya.

Visi Gus Hery, yang dirumuskan dalam dokumen internal PBNU, menitikberatkan pada tiga pilar utama: reformasi struktural, digitalisasi dakwah, dan pemberdayaan ekonomi umat. Ia menargetkan peningkatan partisipasi pemuda NU di atas 30 persen dalam lima tahun ke depan, serta peluncuran platform daring untuk pendidikan agama yang terjangkau.

Beberapa tokoh senior PBNU memberikan komentar positif namun tetap menekankan pentingnya proses musyawarah yang transparan. “Kita perlu memastikan bahwa calon Ketua Umum memiliki rekam jejak yang bersih serta kemampuan memimpin organisasi sebesar NU,” ujar salah satu anggota DPP PBNU yang tidak mau disebutkan namanya.

Muktamar ke-35 dijadwalkan akan dihadiri oleh lebih dari 1.200 delegasi dari seluruh Indonesia. Agenda utama meliputi pemilihan Ketua Umum, penetapan arah kebijakan strategis, serta evaluasi program kerja lima tahun terakhir. Jika Gus Hery terpilih, diperkirakan akan mengarahkan PBNU pada agenda digitalisasi dan kolaborasi lintas sektor.

Secara historis, pemilihan Ketua Umum PBNU sering kali dipengaruhi oleh keseimbangan antara tradisi pesantren, kepentingan politik nasional, serta dinamika sosial-ekonomi umat. Keberadaan Gus Hery sebagai kandidat menandakan adanya upaya untuk memperkuat peran NU di ruang publik sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.