LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Washington – Amerika Serikat dan Qatar dikabarkan tengah menelaah kemungkinan memberikan akses kepada Iran untuk mengelola aset beku senilai enam miliar dolar Amerika. Informasi ini pertama kali muncul dalam laporan The Wall Street Journal pada 20 Juni 2026.
Sejak 1979, aset Iran di luar negeri, termasuk di Amerika, telah dibekukan oleh Departemen Keuangan AS melalui program Office of Foreign Assets Control (OFAC). Nilai total aset yang terkunci diperkirakan mencapai sekitar enam miliar dolar, yang sebagian besar berada dalam rekening bank internasional dan investasi keuangan.
Negosiasi terkini antara pihak Washington dan Doha menitikberatkan pada tiga aspek utama:
- Persyaratan kepatuhan – Iran harus menunjukkan komitmen yang jelas terhadap perjanjian nuklir dan tidak mendukung kelompok teroris.
- Pengawasan penggunaan dana – Setiap pencairan akan dipantau secara ketat untuk memastikan dana tidak dialokasikan ke kegiatan yang melanggar sanksi.
- Manfaat ekonomi – Pembebasan sebagian aset diharapkan dapat meningkatkan likuiditas Iran, membantu stabilisasi nilai tukar rial, dan mendukung program pembangunan kembali pasca‑sanksi.
Qatar berperan sebagai mediator penting, mengingat hubungan diplomatiknya yang relatif baik dengan Tehran dan kemampuan logistiknya dalam mengatur pertemuan tingkat tinggi. Pihak Doha juga berupaya menghindari ketegangan dengan sekutu Barat, khususnya Amerika Serikat, yang masih menahan kebijakan sanksi secara ketat.
Reaksi di dalam negeri Iran beragam. Pemerintah Tehran menyambut baik kemungkinan pencairan aset sebagai langkah pragmatis yang dapat memperbaiki kondisi ekonomi, sementara beberapa kelompok politik menilai langkah tersebut sebagai kompromi terhadap prinsip kedaulatan nasional.
Di Amerika Serikat, proposal tersebut menimbulkan perdebatan di Kongres. Beberapa anggota DPR menuntut jaminan bahwa Iran tidak akan kembali melanggar perjanjian nuklir, sementara yang lain menilai pembebasan aset dapat menjadi alat tawar dalam negosiasi yang lebih luas dengan Tehran.
Jika keputusan akhir mengizinkan pencairan sebagian atau seluruh aset, dampaknya akan terasa tidak hanya pada perekonomian Iran, tetapi juga pada dinamika geopolitik Timur Tengah, khususnya dalam hal hubungan antara negara‑negara Teluk, Israel, dan aliansi Barat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet