Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris

Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, kini berada di bawah tekanan intens dari sejumlah anggota parlemen Partai Buruh, tokoh senior partai, hingga beberapa menteri kabinet. Tekanan tersebut mengarah pada desakan agar Starmer mengundurkan diri paling cepat pada akhir pekan ini.

Laporan Guardian mengutip beberapa anggota parlemen serta sumber dalam pemerintahan yang menyatakan adanya ketidakpuasan yang meluas terhadap kebijakan dan gaya kepemimpinan Starmer. Keluhan utama mencakup penanganan isu ekonomi, kebijakan luar negeri, serta persepsi bahwa partai kehilangan arah strategis di tengah persaingan politik yang ketat.

Berikut ini adalah kelompok-kelompok yang secara terbuka mengkritik dan menuntut pengunduran diri Starmer:

  • Anggota parlemen senior Partai Buruh yang merasa keputusan Starmer tidak mencerminkan aspirasi basis pemilih.
  • Tokoh-tokoh penting partai yang mengkhawatirkan dampak negatif terhadap peluang Partai Buruh dalam pemilihan umum mendatang.
  • Beberapa menteri kabinet yang menilai kebijakan pemerintah tidak konsisten dan menimbulkan ketegangan internal.

Para pengkritik menekankan bahwa perubahan kepemimpinan diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menyiapkan Partai Buruh menghadapi tantangan politik domestik serta internasional. Mereka juga mengusulkan pembentukan tim transisi yang akan mengatur proses pengganti secara transparan.

Jika Starmer memilih untuk tetap bertahan, situasi politik Inggris diperkirakan akan mengalami peningkatan ketegangan di dalam parlemen, berpotensi memicu perpecahan partai atau bahkan mendorong pemungutan suara tidak percaya (no‑confidence vote). Sebaliknya, pengunduran diri yang cepat dapat membuka peluang bagi pemimpin baru yang lebih diterima oleh faksi-faksi internal, sekaligus memberi Partai Buruh kesempatan untuk memperbaiki citra menjelang pemilihan umum berikutnya.

Pengamat politik menilai bahwa dinamika ini mencerminkan tantangan klasik dalam sistem parlementer, di mana kepemimpinan harus menyeimbangkan antara agenda partai, ekspektasi publik, dan tekanan internal. Keputusan Starmer dalam beberapa hari ke depan akan menjadi titik penting bagi masa depan politik Inggris.