Ivan Toney Cetak Hat-trick Ganda di Amerika, Buktikan Nilai di Panggung Dunia
Ivan Toney Cetak Hat-trick Ganda di Amerika, Buktikan Nilai di Panggung Dunia

Ivan Toney Cetak Hat-trick Ganda di Amerika, Buktikan Nilai di Panggung Dunia

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Striker England Ivan Toney kembali mencuri perhatian publik internasional setelah mencetak dua hat‑trick dalam dua pertandingan persahabatan tertutup yang diselenggarakan di Amerika Serikat. Penampilan memukau tersebut tidak hanya menegaskan kemampuan mencetak golnya, tetapi juga memperkuat posisinya di skuad 26 orang yang dipimpin pelatih Thomas Tuchel menjelang fase lanjutan Piala Dunia 2026.

Hat‑trick Kedua Toney di Kansas City

Pada hari Kamis, 19 Juni 2026, Timnas Inggris menghadapi Major League Soccer club Sporting Kansas City di fasilitas latihan Swope Soccer Village, Kansas City. Pertandingan dibagi menjadi dua babak masing‑masing sekitar 25 menit. Inggris menutup laga dengan skor meyakinkan 5‑1, di mana Toney mencetak tiga gol secara berurutan, melengkapi Morgan Rogers dan Ollie Watkins yang masing‑masing menambah satu gol.

Penampilan Toney ini menjadi hat‑trick kedua dalam serangkaian pertandingan persahabatan tertutup. Sebulan sebelumnya, ia juga mencetak tiga gol melawan Miami United, memperlihatkan konsistensi dalam memanfaatkan menit bermain yang diberikan pelatih. Kedua hat‑trick tersebut terjadi dalam format singkat, menandakan efisiensi dan ketajaman penyelesaian akhir yang dimiliki striker berusia 29 tahun itu.

Peran Toney di Skema Tuchel

Keberadaan Toney dalam skuad Inggris sempat menjadi kejutan. Sebelum panggilan ke Piala Dunia, ia menghabiskan dua musim terakhir bermain untuk klub Saudi Al‑Ahli dan hampir tidak mendapat sorotan di kompetisi Eropa. Namun, prestasinya pada Euro 2024—termasuk gol penalti penting pada adu penalti melawan Swiss di perempat final—membuatnya masuk dalam daftar 26 pemain yang dipilih Tuchel.

Selama fase grup pertama Piala Dunia 2026, Toney tidak masuk dalam XI awal melawan Kroasia, namun ia tetap terlibat dalam latihan intensif. Pertandingan melawan Sporting Kansas City memberikan kesempatan baginya untuk menambah jam bermain, sekaligus menunjukkan kesiapan fisik dan mental menjelang laga selanjutnya melawan Ghana di Boston.

Suasana Latihan dan Kegiatan Tim

Sementara Toney menambah gol, pelatih Tuchel juga melibatkan pemain lain dalam aktivitas di luar lapangan. Pada hari yang sama, Tuchel melempar bola pertama (first pitch) di pertandingan baseball Kansas City Royals, sebuah momen simbolis yang menandai jeda singkat bagi tim setelah kemenangan 4‑2 atas Kroasia. Kapten Harry Kane dan bek Dan Burn turut hadir, menambah nuansa kebersamaan tim.

Selain Toney, beberapa pemain yang tidak bermain melawan Kroasia mendapatkan menit berharga, termasuk Jordan Henderson, Eberechi Eze, Marc Guehi, serta talenta muda seperti Kobbie Mainoo dan Jarell Quansah. Penambahan pemain cadangan Trevoh Chalobah ke dalam skuad juga diumumkan, menggantikan Tino Livramento yang cedera.

Implikasi bagi Karier Toney

Penampilan berkelanjutan Toney dalam pertandingan-pertandingan singkat ini menambah nilai jualnya di pasar transfer dan memperkuat argumen bagi Tuchel untuk memberikan lebih banyak menit di panggung utama. Hat‑trick ganda dalam kondisi tekanan rendah menegaskan kemampuan adaptasi striker ini, baik di liga domestik maupun di tingkat internasional.

Jika Toney dapat mempertahankan performa serupa di pertandingan resmi, ia berpotensi menjadi alternatif utama bagi Kane dalam lini depan, terutama mengingat kepadatan jadwal turnamen dan risiko cedera. Keberhasilan ini juga memberikan sinyal positif bagi pemain lain yang berada di luar starting XI, menumbuhkan persaingan sehat dalam skuad.

Dengan jadwal berikutnya melawan Ghana pada Selasa, 21 Juni 2026, Inggris diharapkan memanfaatkan momentum positif yang tercipta. Toney, bersama rekan‑rekan yang telah menunjukkan performa di latihan, akan menjadi faktor kunci dalam strategi ofensif Tuchel.

Secara keseluruhan, dua hat‑trick berurutan Toney tidak hanya menambah catatan pribadi, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi tim. Penampilannya menegaskan bahwa kesempatan yang diberikan dalam pertandingan persahabatan dapat menjadi ajang pembuktian bagi pemain yang ingin mengukir tempat di panggung dunia.