LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | Bekas Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, secara resmi mengumumkan keanggotaannya pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Senin (26/06/2024). Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam lanskap politik regional setelah masa kepemimpinannya di provinsi berakhir pada tahun 2023.
Pihak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menanggapi perkembangan tersebut dengan menegaskan bahwa partai politik harus menempatkan rekam jejak integritas calon kader sebagai prioritas utama. KPK menekankan bahwa proses rekrutmen tidak boleh mengabaikan riwayat hukum dan transparansi calon anggota.
- Nur Alam menyatakan motivasi bergabung untuk memperkuat agenda reformasi dan pemberdayaan pemuda.
- PSI mengaku akan meninjau kembali mekanisme seleksi internal demi menjaga citra bersih partai.
- KPK mengingatkan bahwa pelanggaran etika atau dugaan korupsi dapat berujung pada tindakan hukum dan sanksi administratif bagi partai.
Keputusan Nur Alam masuk PSI diprediksi akan memberikan dorongan dukungan politik di Sulawesi Tenggara, khususnya menjelang pemilihan legislatif mendatang. Namun, kritik muncul dari kalangan pengamat yang menilai bahwa integritas partai harus diuji secara ketat, mengingat latar belakang politikus yang pernah memimpin provinsi.
Analisis para pakar politik menunjukkan bahwa langkah ini bisa menjadi contoh bagi partai lain dalam memperluas basis regional, asalkan proses rekrutmen disertai verifikasi rekam jejak yang transparan. KPK berharap pernyataan ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh partai untuk menegakkan standar etika yang lebih tinggi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet