Kenaikan Harga Pertamax Tak Diperkirakan Membebani Pengemudi Ojek Online, Kata Kepala Bakom Qodari
Kenaikan Harga Pertamax Tak Diperkirakan Membebani Pengemudi Ojek Online, Kata Kepala Bakom Qodari

Kenaikan Harga Pertamax Tak Diperkirakan Membebani Pengemudi Ojek Online, Kata Kepala Bakom Qodari

LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Kualitas dan Keamanan Bahan Bakar Minyak (Bakom), Qodari, menyatakan bahwa kenaikan harga Pertamax tidak akan memberi beban signifikan bagi pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia. Menurutnya, hanya sekitar 5 persen pengemudi ojol yang menggunakan bahan bakar jenis Pertamax, sementara mayoritas memilih Pertalite yang lebih terjangkau.

Qodari menjelaskan bahwa pergeseran harga bahan bakar ini masih berada dalam batas toleransi ekonomi rumah tangga dan pelaku usaha transportasi berbasis aplikasi. Ia menambahkan, “Kenaikan harga Pertamax memang terjadi, namun dampaknya masih terbatas karena sebagian besar pengemudi tetap menggunakan bahan bakar yang lebih murah.”

Berikut ini rangkuman data penggunaan bahan bakar oleh pengemudi ojol yang disampaikan dalam pernyataan resmi Bakom:

  • Penggunaan Pertamax: sekitar 5 %.
  • Penggunaan Pertalite: sekitar 85 %.
  • Penggunaan Premium atau Solar: sisanya 10 %.

Dengan proporsi tersebut, peningkatan harga Pertamax yang diperkirakan sebesar 5‑7 ribu rupiah per liter diprediksi tidak akan menimbulkan kenaikan tarif layanan secara signifikan. Pengemudi yang masih menggunakan Pertamax kemungkinan akan menyesuaikan biaya operasional secara internal, misalnya dengan mengoptimalkan rute atau mengurangi jam kerja.

Qodari juga mengingatkan bahwa pemerintah dan regulator terus memantau stabilitas harga bahan bakar serta memastikan pasokan tetap mencukupi. Kebijakan subsidi atau penyesuaian tarif BBM dapat menjadi alternatif bila terjadi lonjakan harga yang lebih tajam di masa mendatang.

Para pengemudi ojol sendiri menanggapi pernyataan tersebut dengan sikap optimis. Sebagian besar mengaku sudah terbiasa dengan fluktuasi harga BBM dan menyesuaikan strategi kerja mereka, sehingga dampak langsung pada pendapatan tetap minimal.