Teknologi Pertanian Ubah Lahan Pesisir yang Terdampak Salinitas Jadi Sumber Pangan dan Pendapatan Baru
Teknologi Pertanian Ubah Lahan Pesisir yang Terdampak Salinitas Jadi Sumber Pangan dan Pendapatan Baru

Teknologi Pertanian Ubah Lahan Pesisir yang Terdampak Salinitas Jadi Sumber Pangan dan Pendapatan Baru

LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | Di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, lahan pesisir yang selama ini terpengaruh oleh kenaikan kadar garam kini diubah menjadi lahan produktif berkat penerapan teknologi pertanian modern. Kelebihan garam yang biasanya menghambat pertumbuhan tanaman berhasil diatasi dengan kombinasi teknik pengolahan tanah, varietas tahan salinitas, dan sistem irigasi berbasis sensor.

Masalah salinitas muncul akibat naiknya muka air laut dan intrusi air asin, menyebabkan banyak petani kehilangan sumber penghidupan. Pemerintah daerah bersama lembaga riset agrikultur memperkenalkan solusi yang meliputi:

  • Penggunaan varietas padi, sayuran, dan buah yang memiliki toleransi tinggi terhadap garam, seperti padi salin, selada air, dan kelapa sawit mini.
  • Penerapan biochar dan bahan organik untuk meningkatkan kemampuan tanah menyerap air bersih.
  • Instalasi sistem irigasi tetes yang dipantau sensor pH dan konduktivitas listrik, sehingga air yang diberikan memiliki kadar garam yang terkontrol.
  • Pelatihan petani tentang manajemen tanah dan pemeliharaan alat otomatis.

Hasil uji coba awal menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 40 % dibandingkan dengan metode konvensional. Pendapatan rata‑rata petani yang terlibat meningkat dari Rp 1,2 juta per bulan menjadi sekitar Rp 2,5 juta, sementara pasokan sayuran segar untuk pasar lokal dan kota‑kota tetangga meningkat signifikan.

“Dulu lahan kami tidak bisa ditanami apa‑apa karena terlalu asin, kini kami bisa menanam selada dan ternyata cepat laku di pasar,” ujar Budi, salah satu petani yang mengikuti program tersebut. Keberhasilan ini mendorong rencana ekspansi ke wilayah pesisir lainnya di Jawa Tengah.

Pemerintah daerah menargetkan agar pada akhir tahun 2027, minimal 30 % lahan pesisir yang terdampak salinitas beralih menjadi lahan pertanian produktif. Dukungan pendanaan dari Kementerian Pertanian dan lembaga donor internasional diperkirakan akan mempercepat adopsi teknologi ini.