LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Persebaya Surabaya berubah menjadi momen yang penuh kontradiksi. Di satu sisi, klub menampilkan kemeriahan di Jalan Sumatera dengan ribuan suporter yang memadati Gelora 10 Nopember, sementara di sisi lain tragedi menggerogoti semangat para pendukung ketika seorang pelajar berusia 17 tahun, GA, tewas setelah berusaha melerai pengeroyokan.
Tragedi di Malam Puncak Perayaan
Pada dini hari Kamis, 18 Juni 2026, kerumunan suporter Persebaya yang tengah merayakan sejarah klub berubah menjadi arena bentrokan. Gesekan antaroknum suporter memicu kekerasan, dan saat GA melihat seorang teman sedang dikeroyok, ia bergegas masuk untuk menolong. Sayangnya, GA malah menjadi sasaran serangan pisau tajam yang mengakibatkan luka berat. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Surabaya (Ubaya) namun takluk pada luka-lukanya. Sementara temannya, berinisial B, berhasil selamat dengan perawatan intensif.
Keluarga GA, terutama kakaknya Sonya Cantika, mengungkapkan duka yang mendalam. “Adik saya tidak terlibat dalam kerusuhan, niatnya hanya menolong. Sayangnya ia malah menjadi korban,” ujarnya. Polrestabes Surabaya telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar Jalan Sumatera untuk mengidentifikasi pelaku pembacokan. Kompol Hadi Ismanto menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan intensif.
Ramadhan Sananta Resmi Bergabung dengan Persebaya
Di tengah duka, klub meluncurkan kabar gembira. Striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, resmi menandatangani kontrak dengan Persebaya untuk musim Super League 2026/2027. Sananta, yang sebelumnya bermain di DPMM FC (Brunei) dalam Liga Malaysia, kembali ke tanah air karena terpikat oleh perkembangan kompetitif liga domestik.
Alasan utama Sananta memilih Persebaya adalah kehadiran pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares. Sananta pernah bekerja sama dengan Tavares di PSM Makassar pada musim 2022/2023, dimana mereka berhasil meraih gelar juara Liga Indonesia. “Proyek Persebaya sangat jelas, dan kehadiran Coach Tavares menjadi magnet terbesar bagi saya,” kata Sananta dalam pernyataan resmi klub.
Sananta, yang berusia 23 tahun, dikenal dengan naluri gol yang tajam, kemampuan duel udara, serta mobilitas yang baik di lini depan. Selama di DPMM FC, ia mencatat 27 penampilan dan empat gol. Sebelumnya, ia juga pernah berkarier di Persis Solo dan PSM Makassar, menunjukkan konsistensi sebagai penyerang utama di liga Indonesia.
Fan Engagement: Kompetisi Prediksi dan Hadiah Rp 10 Juta
Merayakan HUT ke-99, Persebaya menggelar serangkaian kegiatan interaktif, termasuk kompetisi Prediksi Skor dan Prediksi Line‑up. Dua suporter terbaik, Edy Purwantoko (prediksi skor) dan seorang anonim (prediksi line‑up), berhasil mengumpulkan poin tertinggi sepanjang musim 2025/2026 dan masing‑masing membawa pulang hadiah senilai Rp 10 juta. Total hadiah mencapai Rp 20 juta, menambah semangat partisipasi komunitas.
Kegiatan ini juga melibatkan ziarah ke makam pendiri klub M. Pamoedji di TPU Karang Tembok, serta coaching clinic Persebaya Academy yang melibatkan pemain difabel. Semua acara menegaskan komitmen klub untuk mempererat ikatan antara suporter, komunitas, dan manajemen.
Implikasi Bagi Persebaya dan Komunitas
Tragedi yang menimpa GA mengingatkan pentingnya keamanan dalam event berskala besar. Polisi dan pihak berwenang diharapkan meningkatkan koordinasi dengan keamanan klub serta menegakkan protokol anti‑kekerasan. Di sisi lain, kedatangan Ramadhan Sananta menambah optimisma pada lini serang Persebaya, memberikan harapan bagi pencapaian prestasi di Super League mendatang.
Dengan kombinasi antara duka, harapan baru, dan inisiatif fan engagement, HUT ke-99 Persebaya menjadi titik refleksi bagi seluruh ekosistem klub. Duka yang dirasakan keluarga GA harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, sementara antusiasme atas kedatangan Sananta dan partisipasi suporter menunjukkan bahwa semangat Bajul Ijo tetap membara.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet