LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | Surabaya – Pada Kamis, 18 Juni 2026, klub legendaris Persebaya Surabaya menggelar perayaan ulang tahun ke‑99 di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari. Dengan tema “Persebaya untuk Semua”, acara ini menegaskan posisi klub sebagai rumah bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Rangkaian Acara Utama
Upacara dimulai dengan ziarah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Tembok untuk mengenang pendiri klub, M. Pamoedji. Sesudahnya, ribuan suporter, Bonek dan Bonita, berkumpul di arena bersejarah untuk serangkaian kegiatan, antara lain:
- Ramah tamah antara manajemen Persebaya, suporter, dan komunitas lokal.
- Penyerahan penghargaan kepada pengguna aktif aplikasi “Persebaya Selamanya” yang berkontribusi dalam fitur prediksi skor dan line‑up.
- Doa lintas agama yang meneguhkan nilai toleransi.
- Pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan.
- Persebaya Football Difabel Clinic yang dipandu oleh Persebaya Academy, melibatkan atlet difabel.
Acara juga menyertakan kompetisi “Prediksi Skor” dan “Prediksi Line‑up” yang menghasilkan dua pemenang masing‑masing membawa pulang hadiah senilai Rp 10 juta. Pemenang prediksi skor, Edy Purwantoko, mengumpulkan 1.530 poin selama musim 2025/2026, sementara pemenang prediksi line‑up, Edy Rizky Pratama, memperoleh poin tertinggi pada kategori tersebut.
Komitmen Sosial dan Lingkungan
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa menjelang satu abad, klub ingin memperkuat nilai kebersamaan lewat program sosial. Salah satunya adalah “Green Force Run” yang kembali digelar pada 28 Juni 2026, mengajak suporter berlari bersama untuk mendukung aksi lingkungan.
Pemerintah Kota Surabaya, dipimpin Wali Kota Eri Cahyadi, turut memberikan dua “kado” istimewa: mural berukuran besar di Jalan Mayjen Yono Suwoyo yang menampilkan perjalanan 99 tahun klub, serta revitalisasi komplek historis Lapangan Karanggayam dan Mes Persebaya di belakang stadion. Cahyadi menekankan, “Siapa pun yang menjadi wali kota Surabaya nantinya harus dekat dengan Persebaya dan tidak boleh menjaga jarak.”
Tragedi di Tengah Perayaan
Namun, kegembiraan tersebut ternoda oleh insiden tragis. Seorang pelajar SMA berinisial GAD (16 tahun) dari Taman, Sidoarjo tewas dibacok saat berusaha melerai keributan di Jalan Sumatera pada malam sebelum perayaan. Korban lain, rekan sebayanya berinisial B, mengalami luka serius di punggung. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian, dengan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menyatakan pelaku belum tertangkap.
Insiden ini menambah keprihatinan atas keamanan massa pada acara berskala besar. Pihak keamanan kota telah meningkatkan pengawasan, namun peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara penyelenggara, aparat, dan komunitas suporter.
Visi Menuju Usia 100 Tahun
Manajemen Persebaya sekaligus menatap masa depan. Persiapan skuad terbaru tengah berlangsung dengan target meraih gelar Liga 1 dalam beberapa musim ke depan. Upaya tersebut sejalan dengan semangat “Persebaya untuk Semua”, yang tidak hanya mencakup prestasi di atas lapangan tetapi juga kontribusi pada pemberdayaan pemuda, inklusi difabel, dan pelestarian sejarah klub.
Secara keseluruhan, perayaan HUT ke‑99 memperlihatkan kombinasi antara kebanggaan historis, aksi sosial, dan tantangan keamanan. Diharapkan pelajaran dari tragedi dapat memperbaiki protokol keamanan, sementara semangat persatuan yang ditunjukkan melalui mural, kegiatan komunitas, dan dukungan pemerintah akan terus menguatkan identitas Persebaya sebagai simbol kebanggaan Surabaya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet