Beijing Luncurkan SMS Satelit BeiDou untuk Komunikasi Darurat
Beijing Luncurkan SMS Satelit BeiDou untuk Komunikasi Darurat

Beijing Luncurkan SMS Satelit BeiDou untuk Komunikasi Darurat

LintasWarganet.com – 19 Juni 2026 | Beijing baru-baru ini mengumumkan peluncuran layanan pesan singkat (SMS) melalui satelit sistem navigasi BeiDou, ditujukan khusus untuk situasi darurat ketika jaringan komunikasi daratan tidak dapat diakses.

Layanan ini dirancang untuk mengatasi tantangan komunikasi selama bencana alam, terutama pada musim banjir ekstrem yang sering melumpuhkan infrastruktur telepon seluler. Dengan mengandalkan jaringan satelit, warga dapat mengirim dan menerima pesan teks meski berada di daerah terpencil atau terputus jaringan.

Beberapa fitur utama layanan SMS BeiDou meliputi:

  • Jangkauan global, termasuk wilayah yang belum terlayani oleh jaringan seluler.
  • Pengiriman pesan teks dengan ukuran terbatas, cukup untuk menyampaikan informasi kritis.
  • Integrasi dengan pusat operasi darurat nasional masing‑masing negara yang berpartisipasi.
  • Penggunaan frekuensi yang tidak terganggu oleh jaringan terestrial.

Implementasi layanan ini dimulai dengan uji coba di beberapa provinsi China yang rawan banjir, dan rencananya akan diperluas ke negara‑negara lain melalui kerja sama bilateral. Pemerintah Indonesia, yang juga menghadapi risiko banjir tahunan, telah menunjukkan minat untuk mengintegrasikan layanan ini ke dalam sistem penanggulangan bencana nasional.

Keberhasilan layanan SMS satelit BeiDou diharapkan dapat mempercepat proses koordinasi tim penyelamat, memperkecil risiko terisolasinya penduduk, serta meningkatkan efisiensi penyebaran informasi penting seperti lokasi evakuasi dan instruksi keselamatan.

Pengoperasian layanan akan dikelola oleh Badan Pengelolaan Satelit Nasional China (China Satellite Navigation Office) dan berkoordinasi dengan badan darurat internasional. Dengan teknologi ini, komunikasi darurat tidak lagi tergantung pada infrastruktur di darat, membuka peluang baru bagi negara‑negara yang rentan terhadap bencana alam.