Menag Nasaruddin Umar Didukung Jadi Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj Pilih Rais Aam Menjelang Muktamar ke-35
Menag Nasaruddin Umar Didukung Jadi Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj Pilih Rais Aam Menjelang Muktamar ke-35

Menag Nasaruddin Umar Didukung Jadi Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj Pilih Rais Aam Menjelang Muktamar ke-35

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dua nama terkemuka dunia Islam Indonesia kembali menjadi sorotan. Menteri Agama Nasaruddin Umar memperoleh dukungan luas untuk mengisi posisi Ketua Umum Persatuan Bintang Utara (PBNU), sementara Said Aqil Siradj dipilih sebagai Rais Aam, pemimpin tertinggi Majelis Taklim.

Kedua tokoh ini dikenal memiliki kombinasi unik antara keilmuan, pengalaman organisasi, dan reputasi yang kuat di kalangan umat. Nasaruddin Umar, yang menjabat sebagai Menteri Agama sejak 2019, juga merupakan lulusan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, serta pernah memegang jabatan Ketua Umum Nahdlatul Ulama di tingkat provinsi. Sementara itu, Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum PBNU (2015‑2020), dikenal atas kontribusinya dalam memperkuat jaringan pesantren dan memperluas peran NU dalam diplomasi internasional.

Alasan Dukungan Terhadap Nasaruddin Umar

  • Keilmuan yang mendalam: Memiliki gelar doktor dalam bidang ilmu agama, serta aktif menulis karya ilmiah yang banyak dijadikan rujukan.
  • Pengalaman kebijakan publik: Sebagai Menteri Agama, ia telah menginisiasi reformasi birokrasi keagamaan dan memperkuat dialog lintas agama.
  • Jaringan luas: Hubungan yang erat dengan organisasi keagamaan, pemerintah, dan lembaga internasional menjadikannya kandidat yang dapat mengangkat citra PBNU di kancah global.

Peran Strategis Said Aqil Siradj sebagai Rais Aam

Said Aqil Siradj, dengan latar belakang akademik di bidang ilmu sosial dan pengalaman sebagai dosen, dipandang mampu memfasilitasi koordinasi antar cabang PBNU serta memperkuat peran majelis taklim sebagai wadah pembinaan kader. Kepemimpinannya diharapkan dapat menyeimbangkan dinamika internal organisasi dan menegakkan visi kebangsaan NU.

Nama Jabatan Sekarang Pengalaman Kunci Visi untuk PBNU
Nasaruddin Umar Menteri Agama Republik Indonesia Reformasi birokrasi keagamaan, dialog lintas agama Mengintegrasikan kebijakan negara dengan agenda kebangsaan NU
Said Aqil Siradj Rais Aam Majelis Taklim PBNU Kepemimpinan PBNU (2015‑2020), jaringan internasional Memperkuat peran pendidikan pesantren dalam pembangunan bangsa

Para pemilih PBNU diharapkan akan menilai kombinasi keilmuan dan kepemimpinan yang dimiliki oleh kedua tokoh tersebut. Jika terpilih, Nasaruddin Umar dan Said Aqil Siradj diprediksi dapat memperkuat posisi NU sebagai pilar utama dalam dinamika sosial‑politik Indonesia, sekaligus meningkatkan pengaruhnya di tingkat internasional.