LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Luca Zidane, putra tunggal legenda sepak bola Prancis Zinedine Zidane, kembali menjadi sorotan dunia olahraga setelah menembus lini depan timnas Aljazair di Piala Dunia FIFA 2026. Meskipun masih berusia 28 tahun, perjalanan kariernya mencakup perpindahan kebangsaan, cedera mengerikan, dan debut internasional yang menegangkan melawan raksasa Argentina.
Latar Belakang Keluarga dan Karier Awal
Luca lahir di Prancis dan menghabiskan masa kecilnya di Spanyol, mengikuti jejak ayahnya yang pada masa itu melatih Real Madrid. Sebagai anak dari mantan pemain dan pelatih legendaris, ia tumbuh dalam lingkungan yang sarat tekanan dan ekspektasi. Pada usia muda, Luca meniti jalur akademi sepak bola di Spanyol dan sempat mewakili tim junior Prancis, menegaskan bakatnya sebagai kiper berbakat.
Peralihan Internasional ke Aljazair
Pada tahun 2025, Luca mengambil keputusan penting dengan mengubah afiliasi internasionalnya dari Prancis ke Aljazair. Keputusan tersebut didorong oleh warisan keluarga: ayahnya, Zinedine, lahir di Aljazair sebelum berkarier di Prancis. Luca menyatakan bahwa ia merasa “hidup dalam budaya Aljazair sejak kecil” dan ingin menghormati akar keluarganya. Seleksi ke timnas Aljazair menjadi langkah strategis, memberi ia peluang lebih besar untuk menjadi kiper utama di level senior.
Cedera Serius dan Pemulihan
Pada akhir April 2026, saat masih bermain untuk Granada di Divisi 2 Spanyol, Luca mengalami benturan keras melawan pemain Almeria. Benturan tersebut mengakibatkan patah rahang, patah dagu, serta gegar otak yang memaksa ia menjalani operasi. Dokter mengharuskan ia memakai pelindung wajah khusus selama proses pemulihan. Meskipun cedera mengancam partisipasinya di Piala Dunia, Luca menunjukkan disiplin tinggi dalam rehabilitasi dan kembali berlatih hanya dalam waktu tiga minggu, tepat menjelang turnamen.
Debut Piala Dunia 2026
Pada 17 Juni 2026, Aljazair membuka kampanye grupnya melawan Argentina di Stadion Arrowhead, Kansas City. Luca, mengenakan masker pelindung, menjadi kiper pertama yang menjejakkan kaki di panggung dunia sejak debutnya. Sayangnya, Argentina, dipimpin oleh Lionel Messi yang mencetak hat‑trick, mengalahkan Aljazair 3‑0. Luca gagal menahan tembakan pertama Messi, dan gol kedua pun terjadi setelah ia gagal menghalau tendangan Mac Allister yang kemudian dikerjakan Messi. Gol ketiga kembali menegaskan dominasi Messi, meninggalkan Luca dalam sorotan kritis.
Reaksi Publik dan Prospek Kedepan
Penampilan Luca pada laga pembuka memicu beragam reaksi. Di media sosial, sejumlah netizen menertawakan kesulitan ia menghadapi tembakan Messi, sementara yang lain mengapresiasi keberaniannya kembali bermain sesudah cedera serius. Analisis para ahli menyoroti bahwa meski hasilnya mengecewakan, pengalaman bertarung di level tertinggi dapat mempercepat perkembangan mental dan teknisnya.
- 28 tahun, tinggi 1,90 m, memakai nomor punggung 1.
- Memiliki pengalaman di akademi Spanyol dan representasi tim junior Prancis.
- Berpindah kebangsaan ke Aljazair pada 2025 karena akar keluarga.
- Cedera pada April 2026: patah rahang, dagu, dan gegar otak.
- Debut Piala Dunia 2026 melawan Argentina, hasil 0‑3.
Kedepannya, Luca diharapkan menjadi pilar pertahanan Aljazair di fase grup selanjutnya. Dengan pemulihan yang sudah tampak stabil, ia memiliki peluang untuk memperbaiki catatan pribadi dan menegaskan bahwa nama Zidane tidak hanya berlimpah di dunia klub, tetapi juga di kancah internasional.
Secara keseluruhan, kisah Luca Zidane menegaskan bahwa warisan keluarga tidak menjamin kemudahan, melainkan menuntut kerja keras, ketangguhan mental, dan kemampuan bangkit setelah jatuh. Piala Dunia 2026 menjadi panggung pertama yang menantang, namun perjalanan panjangnya di sepak bola internasional masih jauh dari selesai.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet