Putin: Rusia Siap Lanjutkan Kemitraan Strategis dengan ASEAN
Putin: Rusia Siap Lanjutkan Kemitraan Strategis dengan ASEAN

Putin: Rusia Siap Lanjutkan Kemitraan Strategis dengan ASEAN

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kesiapan negaranya untuk memperkuat dan melanjutkan kemitraan strategis dengan negara‑negara anggota ASEAN. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan pejabat tinggi ASEAN yang diadakan di Moscow pada minggu ini.

Putin menekankan bahwa hubungan antara Rusia dan ASEAN telah mencapai titik penting, dengan kerjasama yang mencakup bidang perdagangan, energi, keamanan maritim, serta teknologi. Ia menambah, Rusia berkomitmen untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral yang pada tahun lalu mencapai sekitar US$20 miliar, serta memperluas investasi di sektor energi terbarukan dan infrastruktur.

Dalam diskusi tersebut, delegasi ASEAN menanggapi dengan optimisme, menyoroti pentingnya peran Rusia dalam menyeimbangkan dinamika geopolitik di kawasan Indo‑Pasifik. Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan pertemuan tahunan yang lebih terstruktur serta membentuk mekanisme koordinasi khusus yang akan membahas isu‑isu seperti perubahan iklim, keamanan siber, dan pengembangan sumber daya manusia.

Beberapa poin utama yang disepakati antara lain:

  • Peningkatan volume perdagangan tahunan sebesar 10‑15 persen dalam lima tahun ke depan.
  • Kolaborasi dalam proyek energi bersih, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga angin dan surya di beberapa negara anggota ASEAN.
  • Pembentukan forum keamanan maritim untuk mengatasi tantangan di Selat Malaka dan Laut China Selatan.
  • Pengembangan program pertukaran akademik dan pelatihan profesional bagi pemuda Rusia dan ASEAN.

Putin juga menekankan pentingnya saling menghormati kedaulatan dan prinsip non‑intervensi, yang menjadi landasan utama dalam hubungan bilateral. Ia menutup dengan harapan bahwa kemitraan strategis ini akan menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas regional serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.