Respons Geopolitik Global, Pertamina Jelaskan Formula Harga Pertamax Series
Respons Geopolitik Global, Pertamina Jelaskan Formula Harga Pertamax Series

Respons Geopolitik Global, Pertamina Jelaskan Formula Harga Pertamax Series

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) non–subsidi pada rangkaian Pertamax pada 10 Juni 2026 didasarkan pada mekanisme pasar serta formula yang telah ditetapkan pemerintah. Penyesuaian harga tersebut merupakan respons terhadap dinamika geopolitik global yang memengaruhi harga minyak mentah dunia.

Beberapa faktor utama yang masuk dalam formula harga Pertamax series meliputi:

  • Harga minyak mentah dunia (World Crude Oil Price) yang dipengaruhi oleh kebijakan OPEC, sanksi internasional, dan fluktuasi permintaan global.
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang memengaruhi biaya impor minyak.
  • Biaya operasional dan logistik, termasuk transportasi, penyimpanan, dan distribusi di dalam negeri.
  • Margin keuntungan yang ditetapkan pemerintah untuk perusahaan energi negara.
  • Pajak dan retribusi yang berlaku, seperti pajak penjualan minyak dan bahan bakar.

Berikut ini contoh perhitungan sederhana yang menggambarkan cara kerja formula tersebut:

Komponen Rumus Nilai (per liter)
Harga minyak mentah (USD) H₁ × Kurs USD/IDR Rp 5.000
Biaya logistik L Rp 800
Margin pemerintah M Rp 500
Pajak & retribusi P Rp 300
Total Harga H₁×K + L + M + P Rp 6.600

Dengan memperhitungkan semua komponen di atas, Pertamina dapat menetapkan harga yang mencerminkan kondisi pasar internasional sekaligus memastikan kestabilan pasokan BBM dalam negeri.

Dalam pernyataannya, Pertamina menegaskan bahwa tidak ada unsur politik dalam penentuan harga. Penetapan harga tetap bersifat transparan dan mengikuti kebijakan pemerintah yang telah dipublikasikan melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme peninjauan harga secara periodik untuk menyesuaikan dengan perubahan signifikan pada pasar global, seperti konflik geopolitik, perubahan produksi OPEC, atau fluktuasi nilai tukar.

Para analis pasar energi menilai bahwa langkah ini dapat membantu mengurangi volatilitas harga di tingkat konsumen, meskipun harga akhir tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal yang berada di luar kendali domestik.