Luca Zidane: Kiper Aljazair yang Menjadi Sorotan Setelah Hat-trick Messi di Piala Dunia 2026
Luca Zidane: Kiper Aljazair yang Menjadi Sorotan Setelah Hat-trick Messi di Piala Dunia 2026

Luca Zidane: Kiper Aljazair yang Menjadi Sorotan Setelah Hat-trick Messi di Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Pertandingan antara Argentina dan Aljazair pada pembukaan Grup J Piala Dunia 2026 menjadi saksi dua kisah menarik: hat-trick fenomenal Lionel Messi dan debut menantang kiper berusia 28 tahun, Luca Zidane. Meski nama belakangnya langsung mengingatkan pada legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, Luca memilih mengibarkan bendera Aljazair, menambah warna politik identitas dalam panggung dunia.

Latar Belakang Keluarga dan Karier Awal

Luca Zidane lahir pada 1998 di Marseille, Prancis, sebagai anak kedua dari empat bersaudara Zinedine Zidane. Sejak kecil, ia tumbuh di antara sorotan dunia sepak bola, terutama ketika ayahnya berkarier sebagai pemain bintang Real Madrid dan kemudian menjadi manajer klub tersebut pada tahun 2010-an. Karena karier ayahnya, Luca menghabiskan masa kecilnya di Spanyol, berlatih di akademi muda Real Madrid yang terkenal ketat. Meskipun awalnya mengikuti jejak ayahnya di level junior, ia memilih posisi kiper, berbeda dari saudara-saudaranya yang menempati posisi outfield.

Keputusan Bergabung dengan Timnas Aljazair

Awalnya, Luca mewakili Prancis pada kompetisi junior, namun pada tahun 2025 ia mengajukan perubahan kewarganegaraan internasional untuk bergabung dengan timnas Aljazair. Keputusan tersebut didasari oleh warisan keluarga: kakek‑neneknya berasal dari Aljazair, sehingga ia memenuhi syarat FIFA. Luca mengungkapkan, “Ketika saya memikirkan Aljazair, saya teringat kakek saya. Budaya Aljazair selalu hadir dalam keluarga kami sejak saya masih kecil.” Dukungan penuh dari orang tua, saudara, dan terutama kakek membuat langkah ini terasa natural bagi ia.

Debut Internasional dan Tantangan Piala Dunia 2026

Setelah memperoleh izin FIFA, Luca melakukan debut seniornya untuk Aljazair pada Oktober 2025 dan segera dimasukkan ke dalam skuad Piala Afrika. Namun, pada akhir April 2026, ia mengalami cedera serius dalam pertandingan antara Granada melawan Almería, di mana tabrakan dengan pemain Almería, Thalys, mengakibatkan patah rahang, cedera dagu, dan gegar otak. Luka tersebut memaksa ia memakai masker pelindung wajah selama proses pemulihan.

Meski sempat diragukan kehadirannya di Piala Dunia 2026, Luca berhasil pulih tepat waktu dan masuk ke dalam susunan pemain inti Aljazair untuk laga pembuka melawan Argentina di Kansas City. Sayangnya, debutnya di panggung terbesar tidak berjalan mulus. Lionel Messi mencetak hat‑trick (17’, 60’, 76’) dan menembus gawang Aljazair tiga kali, menjadikan Luca korban tiga gol dalam satu babak. Kekalahan 0‑3 itu menjadi catatan pahit, namun juga menegaskan betapa besar tantangan yang dihadapi kiper muda tersebut.

Statistik dan Profil Fisik

  • Usia: 28 tahun
  • Tinggi: sekitar 1,83 meter (6 kaki)
  • Posisi: Penjaga gawang
  • Klub terkini: Bermain di liga Spanyol, setelah beberapa kali dipinjamkan untuk mendapatkan pengalaman senior.
  • Pengalaman internasional: 12 cap untuk Aljazair (per Juni 2026)

Reaksi dan Prospek Masa Depan

Keluarga Zidane, termasuk Zinedine, menyatakan kebanggaan mereka atas pilihan Luca. “Saya bangga pada Luca, ia menapaki jalannya sendiri meski berada di bawah bayang‑bayang nama besar ayah,” ujar Zinedine dalam sebuah konferensi pers. Pelatih timnas Aljazair menilai Luca masih memiliki potensi besar, asalkan ia dapat menjaga kebugaran dan meningkatkan konsistensi dalam pertahanan. Dengan usia 28 tahun, ia berada pada puncak karier seorang kiper, sehingga dunia menantikan penampilan lebih solid di sisa turnamen dan kompetisi internasional selanjutnya.

Secara keseluruhan, kisah Luca Zidane menegaskan bahwa identitas dan pilihan pribadi dapat melampaui warisan nama. Dari akademi Real Madrid hingga lapangan Piala Dunia, perjalanan sang kiper menunjukkan tekad untuk menulis cerita sendiri, meski harus berhadapan dengan gol‑gol legendaris seperti Messi.