Akui Bakal Ada Shifting Usai Pertamax Naik, Purbaya Belum Hitung Potensi Pembengkakan Subsidi/Kompensasi
Akui Bakal Ada Shifting Usai Pertamax Naik, Purbaya Belum Hitung Potensi Pembengkakan Subsidi/Kompensasi

Akui Bakal Ada Shifting Usai Pertamax Naik, Purbaya Belum Hitung Potensi Pembengkakan Subsidi/Kompensasi

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui bahwa kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter akan memicu pergeseran pola konsumsi bahan bakar di kalangan pengguna. Kenaikan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian tarif bahan bakar bersubsidi yang dijadwalkan oleh pemerintah.

  • Harga baru Pertamax: Rp 16.250 per liter.
  • Target pemerintah: mengurangi beban subsidi BBM.
  • Risiko: pergeseran konsumsi ke bahan bakar lebih murah.

Namun, Bahlil juga menyatakan bahwa Kementerian Keuangan belum sepenuhnya menghitung potensi pembengkakan subsidi atau kompensasi yang mungkin timbul akibat pergeseran tersebut. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengukur dampak fiskal jangka pendek dan menengah.

Beberapa pakar ekonomi mengingatkan bahwa pergeseran konsumsi dapat menimbulkan efek domino, seperti peningkatan permintaan bahan bakar alternatif, penyesuaian tarif transportasi, serta dampak pada inflasi harga barang dan jasa yang bergantung pada logistik.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemerintah berencana meningkatkan efisiensi penggunaan energi, memperluas jaringan kendaraan listrik, dan meninjau kembali kebijakan subsidi secara periodik.

Jika tidak ditangani dengan tepat, pergeseran konsumsi dapat memperparah defisit anggaran subsidi BBM, sekaligus menimbulkan tekanan pada harga bahan bakar di pasar domestik.