Harga Minyak Mentah Dunia Turun di Bawah USD 80 per Barel, Peluang Harga Pertamax Menurun
Harga Minyak Mentah Dunia Turun di Bawah USD 80 per Barel, Peluang Harga Pertamax Menurun

Harga Minyak Mentah Dunia Turun di Bawah USD 80 per Barel, Peluang Harga Pertamax Menurun

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan signifikan dan berhasil menembus level di bawah USD 80 per barel pada akhir pekan ini. Penurunan tersebut dipicu oleh kombinasi faktor produksi berlebih, penurunan permintaan di beberapa wilayah, serta kebijakan pasokan OPEC+ yang lebih lunak.

Bagi konsumen Indonesia, penurunan harga minyak global membuka peluang bagi Pertamina untuk meninjau kembali tarif jual bahan bakar minyak (BBM) non‑subsidi, khususnya Pertamax. Jika harga dunia terus stabil atau turun lebih jauh, perusahaan energi milik negara tersebut dapat menurunkan harga eceran guna menurunkan beban biaya transportasi bagi masyarakat.

Berikut beberapa faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga minyak mentah global:

  • Produksi tambahan dari Amerika Serikat dan Brasil yang meningkatkan pasokan di pasar spot.
  • Kebijakan OPEC+ yang memutuskan untuk menambah output pada kuartal berikutnya.
  • Perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan China yang menurunkan permintaan akhir.
  • Kurs Rupiah yang relatif stabil terhadap dolar, sehingga dampak penurunan harga minyak dapat dirasakan secara lebih langsung di dalam negeri.

Data harga minyak mentah dalam seminggu terakhir tercatat sebagai berikut:

Tanggal Harga (USD/barrel)
30 Jun 2024 79,5
29 Jun 2024 80,3
28 Jun 2024 81,0
27 Jun 2024 81,7

Jika tren penurunan ini berlanjut, Pertamina diperkirakan akan melakukan penyesuaian harga Pertamax dalam rentang 50.000‑55.000 Rupiah per liter, tergantung pada fluktuasi kurs dan biaya logistik. Penurunan harga tersebut diharapkan dapat menurunkan biaya transportasi, meningkatkan daya beli konsumen, dan mendukung pemulihan ekonomi pasca‑pandemi.

Meskipun demikian, para analis mengingatkan bahwa pasar minyak tetap rentan terhadap gejolak geopolitik dan perubahan kebijakan produksi. Oleh karena itu, keputusan akhir mengenai penetapan harga BBM masih akan mempertimbangkan faktor‑faktor jangka pendek maupun jangka panjang.