LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Paris, 17 Juni 2026 – Timnas Prancis kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola menjelang Piala Dunia 2026. Konsistensi lini depan Les Bleus terbukti dengan pencetak gol pertama di enam edisi terakhir turnamen, dimulai dari Thierry Henry pada 2006 hingga Kylian Mbappé pada 2026. Di antara nama‑nama tersebut, Adrien Rabiot menorehkan momen penting dengan sundulan yang membuka skor pada laga pembuka grup Piala Dunia 2022 melawan Australia. Kini, Rabiot kembali berada di garis depan, kali ini bersama kiper veteran Mike Maignan, untuk menghadapi Senegal pada babak penyisihan grup.
Jejak Gol Pertama Prancis dalam Enam Piala Dunia Terakhir
Sejak Piala Dunia 2006, Prancis tak pernah absen mencetak gol pembuka dalam setiap edisi yang diikuti. Urutan pencetak gol pertama meliputi:
- 2006: Thierry Henry (menit 9 vs Korea Selatan)
- 2010: Florent Malouda (menit 70 vs Afrika Selatan)
- 2014: Karim Benzema (menit 45, penalti vs Honduras)
- 2018: Antoine Griezmann (menit 58, penalti vs Australia)
- 2022: Adrien Rabiot (menit 27, sundulan vs Australia)
- 2026: Kylian Mbappé (menit 12 vs tim lawan grup pertama)
Rekor ini menegaskan kedalaman dan kualitas penyerang Prancis, sekaligus menyoroti kemampuan pemain tengah dalam memberikan kontribusi gol penting.
Adrien Rabiot: Dari Debut yang Menjanjikan hingga Peran Kunci di 2026
Rabiot, yang lahir pada 3 Desember 1995 di Saint-Maurice, memulai karier profesionalnya bersama Paris Saint‑Germain sebelum bergabung dengan Juventus. Meskipun sering diposisikan sebagai gelandang bertahan, ia menunjukkan kemampuan menyerang yang signifikan, terbukti lewat gol pembuka di Piala Dunia 2022. Sundulan Rabiot pada menit ke‑27, yang memanfaatkan umpan lepas Theo Hernández, tidak hanya memberi keunggulan 1‑0 bagi Prancis tetapi juga menghidupkan kembali semangat tim setelah mengalami penurunan performa pada fase grup awal turnamen 2018.
Penampilan impresif tersebut meningkatkan kepercayaan pelatih Didier Deschamps untuk menempatkan Rabiot dalam skuad utama pada edisi 2026. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di level klub dan internasional, Rabiot kini dianggap sebagai pemain yang dapat menyeimbangkan tugas bertahan dan menyerang, memberikan fleksibilitas taktis yang dibutuhkan dalam laga melawan tim Afrika yang kuat seperti Senegal.
Strategi Prancis Mengandalkan Maignan dan Rabiot di Laga Senegal
Menjelang pertandingan grup melawan Senegal, Deschamps menegaskan strategi bertahan yang mengandalkan kiper veteran Mike Maignan. Maignan, yang telah menunjukkan performa gemilang bersama AC Milan, diharapkan menjadi benteng terakhir yang dapat menahan serangan cepat pemain Senegal, terutama Sadio Mané dan Ismaïla Sarr. Di lini tengah, Rabiot diprediksi akan berperan sebagai penghubung antara pertahanan dan serangan, memanfaatkan visi passing dan kemampuan menembus ruang untuk menciptakan peluang bagi penyerang seperti Kylian Mbappé dan Olivier Giroud.
Keputusan ini tidak lepas dari catatan historis bahwa Prancis selalu mencetak gol pertama dalam setiap Piala Dunia yang diikuti. Rabiot, yang pernah menjadi pencetak gol pertama pada 2022, diyakini dapat mengulang prestasinya. Analisis taktik tim menunjukkan bahwa Rabiot akan sering beroperasi dalam zona 10‑8, membantu mengatur tempo permainan sekaligus mendukung serangan sayap melalui umpan silang ke arah Mbappé.
Harapan dan Tekanan di Balik Penampilan Rabiot
Meski memiliki catatan positif, Rabiot tetap berada di bawah sorotan tajam. Kritik sebelumnya menyebutkan bahwa ia kadang kurang konsisten dalam mempertahankan posisi, dan kemampuan akhir-akhirnya dalam mencetak gol masih dipertanyakan. Namun, dengan dukungan Maignan di belakang, serta kebijakan pelatih yang memberi kebebasan taktis, Rabiot memiliki peluang besar untuk menunjukkan evolusi kariernya.
Jika Prancis berhasil mengamankan tiga poin melawan Senegal, peluang mereka untuk melaju ke babak 16 besar akan semakin besar. Kemenangan ini juga akan memperkuat narasi bahwa Prancis tidak hanya mengandalkan bintang muda seperti Mbappé, tetapi juga pada pemain yang telah membuktikan kualitasnya di panggung internasional, seperti Rabiot.
Secara keseluruhan, perjalanan Adrien Rabiot dari sundulan penentu pada 2022 hingga peran strategis di laga Senegal 2026 mencerminkan transformasi seorang gelandang menjadi aset multifungsi. Keberhasilan Prancis di Piala Dunia 2026 sangat bergantung pada sinergi antara pertahanan kokoh yang dijaga Maignan, kreativitas di lini tengah oleh Rabiot, serta ketajaman akhir dari penyerang utama.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet