Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Gus Ma'shum Gowes Bersama 1.000 Pesepeda
Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Gus Ma'shum Gowes Bersama 1.000 Pesepeda

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Gus Ma’shum Gowes Bersama 1.000 Pesepeda

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Pada 1 Muharram 1448 H, yang menandai awal tahun baru Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar kegiatan khusus untuk menyambut momentum religius tersebut. Kegiatan utama berupa aksi bersepeda massal yang dipimpin oleh Gus Ma’shum, tokoh agama dan aktivis komunitas sepeda, bersama seribu pesepeda dari berbagai daerah.

Acara dimulai sejak pagi dengan prosesi sholawat bersama, diikuti oleh tausiyah singkat tentang pentingnya kebersamaan, sportivitas, dan semangat meneladani nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, peserta meluncur mengelilingi rute yang telah ditetapkan, melewati beberapa titik bersejarah kota, sambil tetap menjaga protokol keselamatan.

Berikut rangkaian kegiatan secara singkat:

  • 08.00 WIB – Pembukaan oleh perwakilan PBNU dan sambutan Gus Ma’shum.
  • 08.30 WIB – Sholawat kolektif di lapangan utama.
  • 09.00 WIB – Tausiyah mengenai makna 1 Muharram dan etika bersepeda.
  • 09.30 WIB – Aksi gowes massal 1.000 pesepeda.
  • 12.00 WIB – Penutupan, pembagian sertifikat, dan foto bersama.

Gus Ma’shum menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar olahraga, melainkan wujud nyata integrasi nilai keagamaan dengan gaya hidup sehat. “Dengan bersepeda, kami dapat menyebarkan semangat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menegaskan identitas Islam yang dinamis,” ujar beliau dalam tausiyah.

Para peserta, yang terdiri dari kalangan muda, keluarga, hingga tokoh masyarakat, menyambut acara dengan antusias. Banyak yang menyatakan bahwa pengalaman bersepeda bersama ribuan orang memberi rasa kebersamaan yang kuat dan memperkuat ikatan keagamaan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain untuk menggabungkan perayaan keagamaan dengan aktivitas fisik yang positif, sekaligus mempererat jaringan sosial di tengah masyarakat.