LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Montevideo, 16 Juni 2026 – Agustín Canobbio kembali menjadi sorotan utama setelah penampilan dramatisnya melawan Arab Saudi dalam laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Pemain berusia 27 tahun ini masuk dari bangku cadangan pada menit ke‑45 dan langsung mengubah irama serangan Uruguay, menciptakan peluang berulang‑ulang di sisi kanan lapangan dan memaksa penjaga gawang Arab Saudi, Mohammed Al‑Owais, melakukan beberapa penyelamatan krusial.
Latar Belakang Karier
Canobbio lahir di Montevideo dan memulai jejaknya di akademi Fénix. Debut profesionalnya pada 2016 di Campeonato Uruguayo Especial menarik perhatian, hingga ia dipanggil ke tim U‑20 Uruguay dan membantu meraih gelar juara Sudamericano 2017. Kesuksesan itu membuka pintu ke Peñarol, tempat ia memenangkan kejuaraan domestik dan Supercopa pada 2018. Setelah singkat kembali ke Fénix pada 2020, ia kembali bersinar di Peñarol, menjadi pemain terbaik liga dan terpilih sebagai Mejor Futbolista del Campeonato Uruguayo pada 2021.
Pindah ke Brasil pada Maret 2022, Canobbio bergabung dengan Athletico Paranaense, di mana ia membantu tim mencapai final Copa Libertadores. Penampilan impresifnya menarik perhatian Fluminense, yang mengontraknya pada Januari 2025. Saat ini, ia menjadi starter utama di lini serang tim carioca, yang berada di posisi ketiga klasemen Brasileirão, bersaing ketat dengan Palmeiras dan Flamengo.
Konflik dan Rekonsiliasi dengan Marcelo Bielsa
Pertengkaran antara Canobbio dan pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, mencuat pada akhir 2024. Suara keras pemain mengenai kebijakan taktis dan manajemen skuad terdengar di media, bahkan Luis Suárez sempat menyoroti ketegangan tersebut. Namun, keduanya kemudian mencapai kesepakatan taktis; Bielsa memberi kebebasan pada Canobbio untuk mengekspresikan agresivitasnya di sisi kanan, sementara pemain menurunkan nada kritik demi kepentingan tim. Rekonsiliasi itu terbukti efektif ketika Canobbio mendapat kesempatan di Piala Dunia.
Penampilan di Piala Dunia 2026
Dalam pertandingan melawan Arab Saudi, Uruguay memulai dengan serangan lambat dan kehilangan peluang pada babak pertama. Setelah istirahat, Canobbio masuk dan mengubah dinamika tim. Ia menguasai bola dengan dada, mengirimkan umpan-umpan panjang, serta menekan pertahanan lawan dengan kecepatan dan intensitas tinggi. Meskipun tidak mencetak gol, perannya dalam menciptakan ruang bagi De Arrascaeta dan Luis Suárez sangat vital, terutama setelah cedera De Arrascaeta membuka ruang di lini tengah.
Media lokal, termasuk El País dan Tenfield, menyoroti kontribusi Canobbio sebagai faktor penentu perubahan hasil. El País menilai “Uruguay memberi segalanya, namun terpaksa menerima poin” dan menekankan peran Canobbio dalam menyalakan kembali serangan. Tenfield menggambarkan hasil 1‑1 sebagai “poin dengan rasa kurang” namun mengakui “energi dan mobilitas” pemain ini sebagai elemen kunci.
Prospek Selanjutnya
Setelah pertandingan membuka mata, Uruguay dijadwalkan berhadapan dengan Cabo Verde pada 21 Juni di Miami. Pelatih Bielsa diperkirakan akan menurunkan Canobbio sebagai starter, mengingat dampak positifnya di babak kedua melawan Arab Saudi. Jika Uruguay berhasil mengamankan tiga poin, peluang melaju ke fase knockout akan semakin besar.
Di level klub, Canobbio terus menambah kontribusi gol dan assist untuk Fluminense, memperkuat posisi klub dalam perburuan gelar Brasileirão. Konsistensi performanya di kompetisi domestik dan internasional menjadikan ia kandidat kuat untuk menjadi pemain utama Uruguay selama siklus empat tahun ke depan.
Secara keseluruhan, kebangkitan Agustín Canobbio mencerminkan kombinasi bakat alami, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi dengan taktik modern. Konflik yang pernah mengganggu kini berubah menjadi sinergi, memberikan harapan baru bagi La Celeste menjelang fase krusial turnamen terbesar dunia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet