LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Sarpreet Singh, gelandang kelahiran Auckland yang berdarah Punjabi, menorehkan sejarah dengan menjadi pemain keturunan India pertama yang menampilkan aksi di Piala Dunia FIFA 2026 bersama tim All Whites. Penampilan 92 menitnya melawan Iran pada pertandingan grup G di California menjadi bukti kerja keras dan perjalanan panjang yang penuh liku.
Latar Belakang Keluarga dan Awal Mula Ketertarikan pada Sepak Bola
Born pada 20 Februari 1999, Sarpreet dibesarkan dalam keluarga imigran asal Jalandhar, India, yang mengelola sebuah toko kelontong di Auckland. Sejak usia tujuh tahun, ia bergabung dengan Wynrs Wynton Rufer Soccer Academy, kemudian melanjutkan ke Wellington Phoenix Academy pada 2015. Dukungan tak kenal lelah ibunya, Sarabjit, yang sering mengantar ke latihan dan sesi privat, menjadi fondasi utama bagi mimpi sang anak.
Karier Klub: Dari Akar Lokal hingga Eropa
Setelah menonjol di kompetisi U‑17 Oceania Cup dan U‑20 World Cup, Singh menarik perhatian Bayern Munich dan menandatangani kontrak pinjaman ke FC Nürnberg pada 2020. Rencana pindah ke Werder Bremen terhenti karena cedera osteitis pubis yang menghabiskan sebagian besar tahun 2020‑2021. Ia kembali ke kompetisi Jerman pada Januari 2023 dengan SSV Jahn Regensburg, masih dalam status pinjaman dari Bayern.
Selanjutnya, Singh menghabiskan musim di Portugal bersama União de Leiria dan pada 2025 beralih ke klub Serbia, FK TSC. Pada tahun 2024 ia kembali ke tanah kelahiran, memperkuat Wellington Phoenix di A‑League Australia, di mana ia menjadi sosok penting dalam lini tengah tim.
Karier Internasional: Jejak di Tim All Whites
Debut senior Sarpreet bersama New Zealand terjadi pada 2018, termasuk penampilan di Intercontinental Cup di Mumbai melawan India, dimana ia mencatat dua assist dalam kemenangan 2‑1. Hingga Juni 2026, ia telah mengumpulkan 28 caps, mencetak tiga gol dan memberikan tujuh assist. Penampilan memukau pada Piala Dunia 2026 menandai penampilan ketiga tim All Whites di turnamen bergengsi, pertama kalinya sejak 2010.
Cedera dan Kembalinya Sang Midfielder
Selain osteitis pubis, Singh mengalami cedera ligamen kolateral medial (MCL) pada lutut kiri saat melawan Western Sydney Wanderers pada Februari 2025. Cedera tersebut memaksa ia absen selama delapan minggu, melewatkan beberapa pertandingan liga dan laga persahabatan internasional pada Maret. Ia kembali tampil pada April 2025, mengisi 20 menit terakhir dalam pertandingan penutup reguler A‑League melawan Macarthur FC.
Makna Bagi Komunitas India di Luar Negeri
Keberhasilan Singh menembus panggung Piala Dunia menjadi sumber kebanggaan bagi diaspora India, khususnya komunitas Punjabi di Selandia Baru dan Australia. Ia menyebut pengalaman bermain melawan India di tanah air sebagai “aneh” namun menginspirasi banyak anak muda India‑Australia untuk mengejar mimpi sepak bola.
Prospek dan Tantangan Kedepan
Dengan usia 27 tahun, Singh berada pada puncak kebugaran fisik. Jika ia dapat tetap terhindar dari cedera, peluang untuk kembali ke liga Eropa—mungkin Bundesliga atau Liga Portugal—masih terbuka lebar. Di sisi internasional, peranannya sebagai playmaker utama All Whites di kualifikasi berikutnya akan sangat menentukan bagi ambisi New Zealand menembus babak knockout di Piala Dunia 2030.
Secara keseluruhan, perjalanan Sarpreet Singh mencerminkan kombinasi bakat alami, dukungan keluarga, dan ketekunan menghadapi rintangan cedera. Dari lapangan kecil di Auckland hingga sorotan global di Los Angeles, ia membuktikan bahwa akar budaya tidak menghalangi prestasi di level tertinggi dunia sepak bola.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet