Muslera Gagal Dapat Lencana Legacy FIFA, Namun Kiper Veteran Ini Selamatkan Uruguay dari Kekalahan di Piala Dunia 2026
Muslera Gagal Dapat Lencana Legacy FIFA, Namun Kiper Veteran Ini Selamatkan Uruguay dari Kekalahan di Piala Dunia 2026

Muslera Gagal Dapat Lencana Legacy FIFA, Namun Kiper Veteran Ini Selamatkan Uruguay dari Kekalahan di Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Fernando Muslera, kiper senior Tim Nasional Uruguay yang berusia 39 tahun, kembali menjadi sorotan dunia sepak bola. Pada satu sisi, FIFA menolak permohonan Uruguay untuk menambahkan namanya ke dalam daftar penerima lencana Legacy pada Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Muslera tampil heroik melawan Arab Saudi, menjaga gawang La Celeste tetap aman hingga gol penyelamat Maximiliano Araujo pada menit ke‑80 mengamankan hasil imbang 1‑1.

Lencana Legacy FIFA Ditolak untuk Muslera

FIFA memperkenalkan lencana Legacy pada Piala Dunia 2026 sebagai penghargaan bagi pemain yang telah tampil dalam lima edisi turnamen terbesar sepak bola dunia. Kriteria utama tidak hanya menuntut pemain masuk skuad, melainkan harus mencatatkan setidaknya satu menit bermain di setiap edisi yang dihitung.

Uruguay mengajukan nama Muslera karena ia masuk dalam daftar skuad lima Piala Dunia, yakni 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Namun, pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Muslera tidak tampil sama sekali. Karena tidak mencatatkan satu menit pun pada turnamen tersebut, FIFA menilai Muslera belum memenuhi syarat untuk lencana Legacy.

Keputusan tersebut membuat total penerima lencana tetap enam pemain: Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Guillermo Ochoa, Yuto Nagatomo, Luka Modrić, dan Manuel Neuer. Penolakan ini menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar Uruguay, yang menganggap kontribusi Muslera selama hampir dua dekade layak diakui meski tidak bermain di Qatar.

Uruguay vs Arab Saudi: Drama di Hard Rock Stadium

Pertandingan grup H Piala Dunia 2026 antara Uruguay dan Arab Saudi berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, pada 15 Juni 2026. Arab Saudi membuka skor pada menit ke‑41 melalui tendangan kepala Abdulelah Al‑Amri setelah situasi bola mati. Muslera melakukan penyelamatan penting pada peluang pertama Arab Saudi, namun gol tetap tercipta.

Babak pertama berakhir dengan keunggulan 1‑0 untuk Arab Saudi. Uruguay, yang dipimpin oleh pelatih Marcelo Bielsa, meningkatkan intensitas serangan di babak kedua. Federico Valverde, Rodrigo Bentancur, dan Manuel Ugarte mengendalikan lini tengah, sementara Darwin Núñez dan Federico Viñas berusaha menembus pertahanan disiplin lawan.

Pada menit ke‑60, Manuel Ugarte hampir menyamakan kedudukan, namun tembakannya memantul dari tiang gawang. Tekanan Uruguay terus meningkat hingga menit ke‑80, ketika Maximiliano Araujo, yang sebelumnya menembus pertahanan Arab Saudi, mengeksekusi sundulan tajam. Kiper Arab Saudi, Mohammed Al‑Owais, menepis bola, namun bola kembali ke area berbahaya dan Araujo berhasil memanfaatkan peluang tersebut untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Setelah gol tersebut, Uruguay terus menekan, menambah pemain menyerang untuk mencari kemenangan. Namun, pertahanan Arab Saudi tetap solid, dipimpin oleh kiper Al‑Owais yang kembali melakukan penyelamatan krusial. Pertandingan berakhir 1‑1, menjaga Uruguay tetap berada di puncak klasemen grup bersama Arab Saudi dengan satu poin.

Implikasi bagi Muslera dan Timnas Uruguay

Penolakan lencana Legacy tidak mengurangi peran penting Muslera dalam tim. Penampilannya melawan Arab Saudi menunjukkan pengalaman dan ketenangannya di bawah tekanan. Meskipun tidak mencetak gol, tindakan reflexnya di menit‑41 membantu Uruguay tetap kompetitif.

Keberhasilan Uruguay meraih poin di laga perdana menambah tekanan pada kelompok grup yang masih terbuka. Dengan satu poin, La Celeste menatap laga berikutnya dengan harapan dapat menambah tiga poin, sementara Arab Saudi berusaha menjaga konsistensi. Sementara itu, Muslera berpotensi menjadi figur veteran yang memimpin generasi baru penjaga gawang Uruguay, terutama menjelang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara.

Secara keseluruhan, kasus lencana Legacy menyoroti pentingnya kriteria bermain dalam penghargaan FIFA, sementara performa di lapangan menegaskan nilai pengalaman Muslera bagi Uruguay. Kedua peristiwa ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola, menggabungkan aspek regulasi internasional dengan drama pertandingan yang tak terduga.