Guru Besar ITS Sulap Limbah Aluminium Jadi Energi Ramah Lingkungan
Guru Besar ITS Sulap Limbah Aluminium Jadi Energi Ramah Lingkungan

Guru Besar ITS Sulap Limbah Aluminium Jadi Energi Ramah Lingkungan

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Prof. Doty, seorang guru besar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berhasil mengembangkan teknologi yang mengubah limbah aluminium menjadi sumber listrik bersih melalui pemanfaatan hidrogen. Penelitian ini menjadi terobosan penting dalam upaya mengurangi jejak karbon dan mendukung ekonomi sirkular.

Proses konversi dimulai dengan pengumpulan limbah aluminium dari industri dan rumah tangga. Setelah dibersihkan, limbah tersebut diproses dalam reaktor khusus yang memanfaatkan elektrolisis untuk menghasilkan hidrogen. Hidrogen yang dihasilkan selanjutnya dipakai dalam sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik tanpa emisi karbon.

  • Pengumpulan limbah: Aluminium bekas diambil dari kaleng, komponen elektronik, dan sisa industri.
  • Pre‑treatment: Limbah dicuci, dipotong, dan dicairkan menjadi larutan elektrolit.
  • Elektrolisis: Pada suhu tinggi, aluminium terurai menjadi hidrogen dan oksigen.
  • Sel bahan bakar: Hidrogen yang dihasilkan diubah menjadi listrik melalui reaksi kimia dengan oksigen.

Keunggulan teknologi ini antara lain:

  • Pengurangan limbah aluminium yang biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir.
  • Produksi listrik yang hampir bebas emisi karbon.
  • Penghematan energi dibandingkan metode konvensional yang memerlukan pembakaran bahan fosil.

Prof. Doty menilai bahwa skala produksi dapat ditingkatkan dengan dukungan industri dan kebijakan pemerintah yang mendukung daur ulang serta energi terbarukan. Ia juga mengajak lembaga pendidikan dan perusahaan untuk berkolaborasi dalam riset lanjutan, termasuk optimasi efisiensi sel bahan bakar dan integrasi dengan jaringan listrik nasional.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, teknologi ini berpotensi mengubah cara pengelolaan limbah logam sekaligus menyediakan sumber energi bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.