NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu Mirip Bumi dan Atmosfer Metana
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu Mirip Bumi dan Atmosfer Metana

NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu Mirip Bumi dan Atmosfer Metana

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | NASA baru-baru ini mengumumkan penemuan sebuah planet raksasa yang memiliki suhu hampir sama dengan suhu rata‑rata Bumi, sekaligus didominasi oleh gas metana di atmosfernya. Penemuan ini dilakukan menggunakan data pengamatan teleskop ruang angkasa serta teknik spektroskopi canggih yang memungkinkan ilmuwan mengukur suhu dan komposisi kimia planet jauh di luar tata surya.

Planet tersebut diperkirakan berukuran sekitar 6 kali radius Bumi dan mengorbit bintang mirip Matahari pada jarak yang memungkinkan suhu permukaan berada di kisaran 260‑280 K, sangat mendekati kondisi yang diperlukan bagi air cair. Namun, alih‑alih atmosfer nitrogen‑oksigen seperti Bumi, atmosfer planet ini didominasi oleh metana (CH4) yang memberi warna kemerahan pada permukaan dan menimbulkan pertanyaan mengenai proses geologis atau biologis yang mungkin terjadi.

Berikut beberapa data utama yang diungkapkan tim peneliti:

  • Radius: ~6 × Bumi
  • Suhu rata‑rata: 260‑280 K
  • Komposisi atmosfer: >80 % metana
  • Jarak ke bintang induk: 0,9 AU
  • Periode orbit: 310 hari bumi

Para ilmuwan menekankan bahwa keberadaan metana dalam jumlah besar pada suhu yang relatif rendah dapat menjadi indikator proses kimia yang belum dipahami sepenuhnya. Metana dapat terbentuk secara abiotik melalui reaksi batuan‑gas atau bahkan berasal dari aktivitas biologis mikroba, meskipun hal ini masih spekulatif.

Penemuan ini membuka peluang baru bagi pencarian kehidupan di luar Bumi, khususnya pada dunia eksoplanet yang sebelumnya dianggap terlalu panas atau terlalu dingin untuk mendukung kondisi ramah‑hidup. Tim NASA berencana melanjutkan pengamatan dengan instrumen inframerah yang lebih sensitif untuk mengonfirmasi keberadaan molekul lain seperti air, amonia, atau senyawa organik kompleks.

Dengan semakin banyaknya planet yang ditemukan memiliki suhu mirip Bumi namun dengan atmosfer yang berbeda, para peneliti berharap dapat mengembangkan model iklim eksoplanet yang lebih akurat, sekaligus memperluas pemahaman tentang keragaman planet di galaksi kita.