LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Bek tengah asal Belgia, Youri Tielemans, kembali menjadi sorotan usai penampilan kurang memuaskan pada laga pembuka Piala Dunia 2022 melawan Mesir. Meskipun ia menjadi kapten permanen Tim Merah Putih sejak September lalu, performa di lapangan pada pertandingan berakhir 1-1 ini menuai kritik tajam dari media Belgia serta penggemar yang menuntut kontribusi lebih besar.
Latar Belakang Karier di Aston Villa
Berusia 29 tahun, Tielemans mencatat musim sukses bersama Aston Villa. Ia membantu klub mengangkat trofi pertama sejak 1996 dengan mencetak gol pembuka dalam final Liga Europa melawan Freiburg, yang berakhir 3-0 di Istanbul. Selama kampanye tersebut, ia mencatat dua gol dan tujuh assist dalam 35 penampilan, menegaskan perannya sebagai penggerak serangan serta stabilitas lini tengah.
Debut di Piala Dunia 2022
Pada Senin malam, Belgia memulai grupnya melawan Mesir. Tielemans memulai sebagai gelandang tengah bersama rekan setimnya Amadou Onana dalam formasi double pivot. Mesir unggul lebih dulu lewat gol Emam Ashour, namun Belgia berhasil menyamakan kedudukan berkat gol bunuh diri Mohamed Hany.
Statistik menunjukkan Tielemans menciptakan tiga peluang, menyelesaikan 36 operan, dan menempuh 95 menit penuh pada 86‑nya penampilan internasional. Namun, ia dikritik karena kurang aktif dalam duel defensif dan meninggalkan ruang kosong di tengah, terutama ketika Onana bergerak maju.
Reaksi Media Belgia
Berbagai outlet mengungkapkan kekecewaan mereka. Footmercato menilai performanya lima dari sepuluh, menyebutnya “decent” namun tidak menonjol. Maxifoot memberikan penilaian lebih lunak, menyoroti peningkatan ritme di paruh kedua dan umpan panjang yang membuka peluang, termasuk assist kepada Thomas Meunier untuk gol penyama kedudukan.
RTBF menjadi yang paling kritis dengan skor yang sama, menyebut Tielemans “hampir tidak terlihat selama satu jam” meskipun sempat mendekati gol lewat tendangan setengah voli khasnya. Media mengingatkan bahwa ekspektasi terhadap kapten baru ini sangat tinggi, mengingat perannya di level klub.
Perbandingan dengan Romelu Lukaku
Sementara Tielemans berjuang menyesuaikan diri, rekan setimnya Romelu Lukaku memberikan dampak langsung. Lukaku masuk sebagai pemain pengganti dan dalam 23 detik berhasil memaksa gol bunuh diri lawan, mengembalikan kepercayaan diri Belgia. “Pengaruhnya sangat besar, terutama pada fase pertama pertandingan,” kata Tielemans dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Kedua pemain tersebut menampilkan pola yang berbeda: Lukaku sebagai target man yang mengandalkan kekuatan fisik, sedangkan Tielemans berusaha mengontrol tempo permainan melalui distribusi bola. Kritik terhadap Tielemans mencerminkan kebutuhan Belgia akan keseimbangan antara kreativitas dan ketangguhan defensif.
Prospek Kedepannya
Jadwal selanjutnya menuntut Belgia melawan Iran pada 21 Juni. Pengamat memperkirakan Tielemans harus meningkatkan kontribusi defensifnya, menutup celah yang ditinggalkan saat Onana menyerang, serta memanfaatkan kemampuan tembakannya dari jarak jauh. Jika ia dapat menyesuaikan diri, kemungkinan besar ia akan tetap menjadi tulang punggung lini tengah Belgia sepanjang turnamen.
Di sisi klub, kontrak Tielemans dengan Aston Villa tinggal dua tahun. Beberapa spekulasi mengemuka mengenai masa depannya, terutama bila performanya di level internasional tidak memenuhi harapan.
Dengan tekanan yang terus meningkat, kinerja Tielemans pada laga berikutnya akan menjadi indikator utama apakah ia mampu menegaskan diri sebagai kapten yang layak atau justru menjadi bahan diskusi lebih lanjut di media Belgia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet