LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menekankan pentingnya penerapan etika dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI) di tanah air. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media, Gibran memperingatkan bahwa AI dapat menjadi alat yang berbahaya jika disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan penipuan, atau melanggar privasi individu.
Beberapa contoh penyalahgunaan AI yang dikhawatirkan meliputi:
- Pembuatan konten deep‑fake yang meniru suara atau wajah orang untuk tujuan penipuan.
- Distribusi otomatis hoaks yang memanipulasi opini publik.
- Pengumpulan dan analisis data pribadi tanpa izin, menimbulkan pelanggaran privasi.
Untuk mengatasi risiko tersebut, Gibran menyarankan langkah‑langkah berikut:
- Mengintegrasikan kurikulum etika digital di semua jenjang pendidikan.
- Mendorong regulasi yang mengatur penggunaan AI, termasuk sanksi bagi pelanggar.
- Menumbuhkan kesadaran masyarakat melalui kampanye literasi digital.
Pernyataan ini muncul seiring dengan meningkatnya penggunaan AI di berbagai sektor, mulai dari layanan pelanggan hingga pembuatan konten kreatif. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat memperkuat kebijakan yang menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan hak asasi manusia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet