LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan pada konferensi pers di Teheran bahwa Israel secara otomatis menjadi pihak yang terikat dalam setiap perjanjian damai yang dicapai antara Amerika Serikat dan negara-negara Timur Tengah, termasuk Kesepakatan Abraham.
Penegasan ini muncul setelah serangkaian pertemuan diplomatik antara Washington dan negara-negara Teluk, yang berpotensi membuka jalur normalisasi hubungan dengan Israel. Iran menilai bahwa setiap langkah menuju perdamaian harus melibatkan semua pihak yang terlibat secara langsung, termasuk pihak Palestina dan sekutu regional.
Araghchi menambahkan bahwa Iran akan terus memantau perkembangan perjanjian tersebut dan siap mengambil tindakan diplomatik bila Israel tidak mematuhi komitmen yang diharapkan. Ia juga menegaskan pentingnya peran Hizbullah sebagai perwakilan kepentingan Lebanon dalam proses perdamaian.
Reaksi internasional beragam. Beberapa analis menilai pernyataan Tehran sebagai upaya menegaskan pengaruhnya di kawasan, sementara pihak Israel menolak semua klaim yang menganggapnya terikat secara otomatis dalam perjanjian yang belum ditandatangani.
Dalam konteks geopolitik yang semakin kompleks, pernyataan Iran ini menambah dimensi baru pada negosiasi damai yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Arab. Pengaruh Iran terhadap dinamika regional tetap menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan oleh semua pihak yang terlibat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet