LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Ikatan Dosen Ekonomi Fakultas (Indef) menyoroti rencana pagu indikatif Kementerian Keuangan untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp 49,8 triliun. Dalam pernyataan publiknya, Indef menekankan bahwa proporsi belanja rutin yang mendominasi anggaran dianggap tidak ideal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
| Tahun | Total Pagu (Triliun Rp) | Belanja Rutin (%) | Belanja Modal (%) |
|---|---|---|---|
| 2025 | 48,0 | 82 | 18 |
| 2026 | 49,0 | 81 | 19 |
| 2027 | 49,8 | 80 | 20 |
Spokesperson Indef, Dr. Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa belanja modal, seperti pembangunan infrastruktur, pengembangan industri, dan investasi pada teknologi, merupakan faktor kunci untuk meningkatkan produktivitas nasional. “Jika alokasi belanja modal tidak ditingkatkan, pemerintah akan kehilangan peluang untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mempercepat transformasi ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, Indef mengingatkan bahwa dominasi belanja rutin dapat meningkatkan beban fiskal tanpa memberikan efek multiplier yang signifikan. Belanja rutin, yang meliputi gaji pegawai, subsidi, dan pembayaran bunga utang, cenderung bersifat konsumtif dan tidak langsung meningkatkan kapasitas produksi.
Indef mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Meningkatkan persentase belanja modal menjadi minimal 30 persen dari total anggaran.
- Memprioritaskan proyek infrastruktur yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi, seperti jaringan transportasi dan energi terbarukan.
- Mengoptimalkan penggunaan dana hibah dan pinjaman lunak untuk mempercepat realisasi proyek pembangunan.
- Melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas program belanja rutin, guna mengidentifikasi potensi penghematan.
Pemerintah diperkirakan akan menanggapi masukan tersebut dalam proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) berikutnya. Jika rekomendasi Indef diimplementasikan, diharapkan anggaran 2027 dapat menjadi lebih seimbang, sekaligus mendukung agenda pertumbuhan inklusif yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020‑2024.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet