Doku Siap Pilih Antara Piala Dunia dan Kelahiran Pertama: Dampak pada Belgia di Piala Dunia 2026
Doku Siap Pilih Antara Piala Dunia dan Kelahiran Pertama: Dampak pada Belgia di Piala Dunia 2026

Doku Siap Pilih Antara Piala Dunia dan Kelahiran Pertama: Dampak pada Belgia di Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Jérémy Doku, pemain sayap berusia 24 tahun yang kini berlabuh di Manchester City, kembali menjadi sorotan publik tak hanya karena aksi-aksi memukau di lapangan, tetapi juga karena situasi pribadi yang dapat memengaruhi perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026.

Wabah Kelahiran di Tengah Turnamen

Menjelang pembukaan grup Belgia melawan Mesir di Seattle, Doku mengonfirmasi melalui wawancara dengan beberapa media Belgia, termasuk HLN, bahwa istrinya, Shireen, diperkirakan akan melahirkan anak pertama mereka pada fase knockout, tepatnya awal Juli. Jika Belgia melaju ke babak 32 besar atau 16 besar, sang pemain harus bergegas kembali ke Inggris untuk berada di sisi sang istri saat proses persalinan.

“Tidak ada yang ingin melewatkan kelahiran pertama,” ujar Doku kepada wartawan. “Namun saya juga mengerti bahwa sepak bola memiliki tuntutan yang besar. Federasi Sepakbola Belgia (FA) telah menyatakan akan membantu mencari solusi terbaik.”

Karier Internasional dan Peran di Piala Dunia

Sejak debutnya pada 2020, Doku telah mengumpulkan 42 penampilan untuk timnas Belgia dengan mencetak tujuh gol. Pada kualifikasi Piala Dunia 2025, ia menjadi pencetak gol dalam kemenangan dramatis 4-3 atas Wales dan menambah dua gol dalam kemenangan 7-0 melawan Liechtenstein yang mengamankan tiket Belgia ke turnamen utama.

Di laga pembuka grup melawan Mesir, Doku tampil penuh energi di babak pertama, membantu menciptakan peluang bagi Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne. Meskipun Belgia hanya berhasil mengamankan poin melalui gol bunuh diri (own‑goal) Mesir, kehadiran Doku dianggap penting untuk menjaga ritme serangan tim.

Potensi Absennya di Babak Knockout

Jika Belgia berhasil melaju ke babak 32 besar atau lebih jauh, absennya Doku pada satu atau dua pertandingan dapat mengubah dinamika lini serang. Kecepatan dan kemampuan dribblingnya menjadi senjata utama melawan pertahanan lawan yang lebih ketat di fase lanjutan. Tanpa Doku, pelatih Rudi Garcia diperkirakan akan lebih mengandalkan Lukaku, De Bruyne, dan Thibaut Courtois, namun opsi substitusi yang efektif menjadi terbatas.

Pengalaman Doku yang masih relatif muda, dibandingkan dengan veteran seperti Lukaku (30) dan De Bruyne (33), menambah dimensi taktis yang sulit digantikan. Analisis tim taktik menunjukkan bahwa kehilangan pemain sayap cepat dapat menurunkan efektivitas transisi cepat, sesuatu yang menjadi ciri khas Belgia di turnamen ini.

Tanggapan Federasi dan Rencana Kontinjensi

Federasi Sepakbola Belgia menyatakan akan memfasilitasi perjalanan Doku antara Seattle dan Inggris bila diperlukan. Namun, jadwal pertandingan yang padat dan zona waktu yang berbeda menambah tantangan logistik. Beberapa skenario yang dibicarakan meliputi penggunaan pemain cadangan seperti Jeremy Doku Jr. (nama fiktif) atau menyesuaikan formasi menjadi tiga penyerang dengan menurunkan peran sayap tradisional.

Keseimbangan Antara Keluarga dan Karier

Kisah Doku menyoroti dilema yang semakin umum di kalangan atlet profesional: menyeimbangkan ambisi karier dengan tanggung jawab keluarga. Di era media sosial, keputusan pemain untuk hadir pada momen penting keluarga sering kali menjadi sorotan publik, menambah tekanan emosional di luar lapangan.

Sejumlah pemain internasional lain pernah menghadapi situasi serupa, dan sebagian besar mengaku bahwa dukungan klub dan federasi menjadi faktor penentu. Doku sendiri menegaskan komitmennya untuk kembali secepat mungkin, sambil berharap pihak berwenang dapat memberikan kelonggaran yang wajar.

Dengan jadwal Piala Dunia 2026 yang masih panjang, keputusan akhir mengenai kehadiran Doku di babak knockout akan menjadi salah satu narasi menarik yang diikuti oleh penggemar Belgia dan dunia sepak bola secara umum.

Apapun keputusan yang diambil, Belgia harus bersiap menghadapi tantangan tak terduga, sementara Doku tetap menjadi simbol generasi baru yang berjuang menyeimbangkan mimpi profesional dengan kebahagiaan pribadi.