Teheran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Teheran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Perdamaian AS-Iran

Teheran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Perdamaian AS-Iran

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Tehran memandang Israel sebagai pihak yang terikat dalam kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang menanggapi perkembangan diplomatik terkini antara kedua negara besar dunia.

Araghchi menjelaskan bahwa kesepakatan perdamaian yang sedang dibahas mencakup tidak hanya isu nuklir, tetapi juga stabilitas regional, termasuk hubungan dengan negara-negara tetangga seperti Israel. Menurutnya, setiap pihak yang terlibat dalam perjanjian ini memiliki kewajiban untuk mematuhi ketentuan yang telah disepakati, termasuk Israel.

Berikut beberapa poin penting yang disampaikan oleh Araghchi:

  • Israel dianggap memiliki peran strategis di Timur Tengah dan tidak dapat dipisahkan dari dinamika keamanan regional.
  • Kesepakatan AS-Iran diharapkan dapat menciptakan kerangka kerja yang mengurangi ketegangan, termasuk dengan Israel.
  • Iran menolak segala bentuk tindakan unilateral yang dapat mengganggu proses damai, termasuk yang melibatkan Israel.

Seruan Tehran ini muncul di tengah upaya diplomatik yang intensif antara Washington dan Teheran, yang berusaha mengatasi sanksi ekonomi serta menegosiasikan kembali perjanjian nuklir lama. Pemerintah Iran berharap bahwa dengan menegaskan keterikatan Israel, proses perdamaian dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.

Namun, para pengamat menilai bahwa pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal politik bagi Israel, yang selama ini menolak keterlibatan dalam negosiasi langsung dengan Iran. Sementara itu, Amerika Serikat belum memberikan respons resmi terkait klaim Tehran tentang keterikatan Israel dalam kesepakatan yang sedang dirumuskan.