LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Timnas Belgia menutup pertandingan pembuka Grup G Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan Mesir pada Selasa, 16 Juni 2026 di Seattle Stadium. Meskipun menguasai penguasaan bola sebesar 54 persen dan menciptakan lebih banyak peluang, Red Devils harus puas berbagi poin setelah gol bunuh diri Mohamed Hany pada menit ke-66 mengubah keunggulan awal Firaun.
Gol Awal Mesir dan Tekanan Belgia
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Pada menit ke-19, Emam Ashour mencetak gol pertama bagi Mesir berkat umpan panjang dari Mohamed Salah. Tendangan keras Ashour menembus jaring Thibaut Courtois, memberi Mesir keunggulan 1-0 yang bertahan hingga jeda pertama. Selama babak pertama, Belgia berusaha menekan melalui Leandro Trossard dan Kevin De Bruyne, namun setiap serangan masih terhalang oleh pertahanan rapat dan penyelamatan sigap kiper Mesir, Mostafa Shoubir.
Lukaku Masuk, Gol Bunuh Diri dan Poin Berharga
Menjelang menit ke-60, pelatih Rudi Garcia menggantikan Charles De Ketelaere dengan Romelu Lukaku. Hanya tiga menit setelah masuk, Lukaku menyalurkan umpan tarik ke sisi kanan, di mana bek Mesir Mohamed Hany berusaha memotong bola tetapi justru menepuknya ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut mengembalikan kedudukan menjadi 1-1 dan memberi Belgia satu poin penting.
Setelah gol tersebut, kedua tim terus mencari peluang tambahan. Jeremy Doku melesatkan tendangan setengah voli yang melayang di atas mistar, sementara Kevin De Bruyne menendang bola ke tiang gawang tanpa hasil. Pada menit ke-82, Brandon Mechele menanduk bola ke arah Shoubir yang berhasil menepisnya dengan gerakan melayang.
Statistik dan Penampilan Pemain
- Penguasaan bola: Belgia 54% vs Mesir 46%.
- Jumlah tembakan: Belgia 15 kali, Mesir 14 kali.
- Gol: Emam Ashour (19′), own goal Mohamed Hany (66′).
- Pemain kunci: Rom Romelu Lukaku (pencetak gol penyeimbang), Kevin De Bruyne (pengatur serangan), Thibaut Courtois (penyelamatan krusial).
Reaksi Pelatih dan Analisis Taktik
Rudi Garcia mengungkapkan kepuasannya meski tim gagal meraih kemenangan. “Laga pembuka di Piala Dunia selalu menantang, terutama melawan tim Afrika terbaik seperti Mesir. Yang terpenting kami tetap mengumpulkan poin,” ujar Garcia. Ia menekankan pentingnya kontribusi pemain cadangan, menyebut bahwa masuknya Lukaku memberi dorongan fisik dan mental pada babak kedua.
Garcia juga menyoroti bahwa meskipun Belgia mendominasi penguasaan bola, mereka harus lebih tajam dalam penyelesaian akhir. Kesalahan pertahanan pada menit ke-66 menjadi titik balik yang menunjukkan kerentanan pada fase transisi.
Antusiasme Fans di Tanah Air
Di Surakarta, Jawa Tengah, ribuan pendukung sepak bola menciptakan “Kampung Piala Dunia” sebagai wujud dukungan terhadap timnas Belgia. Masyarakat setempat menonton pertandingan secara bersama-sama, menambah suasana semarak meski timnas Indonesia tidak terlibat langsung.
Prospek Belgia di Grup G
Dengan satu poin, Belgia menempati posisi ketiga sementara Mesir berada di urutan keempat. Pertandingan selanjutnya melawan Iran pada 21 Juni 2026 akan menjadi ujian besar untuk menambah tiga poin. Jika Lukaku dan De Bruyne mampu memaksimalkan kreativitas mereka, Belgia memiliki peluang kuat untuk menutup grup dengan posisi teratas.
Secara keseluruhan, hasil imbang melawan Mesir menunjukkan bahwa Belgia masih memiliki ruang perbaikan, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi defensif. Namun, kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan berkat gol bunuh diri lawan menegaskan ketangguhan mental skuad.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet